Pemkab Kukar Gelar Rakor Pendapatan Daerah untuk Susun Strategi Fiskal yang Terukur

kaltimes.com
8 Jul 2025
Share
Pemkab Kukar Gelar Rakor Pendapatan Daerah untuk Susun Strategi Fiskal yang Terukur

Kaltimes.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan keuangan yang lebih rasional dan terukur.

Salah satu langkah awalnya adalah dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Daerah pada Selasa, 7 Juli 2025, yang dilangsungkan di Aula Pertemuan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar di Tenggarong.

Rakor ini dihadiri oleh jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hadir pula Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, dan Sekretaris Daerah Kukar Sunggono.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan pentingnya menyusun kebijakan fiskal secara cermat dan terukur demi mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kita harus optimalkan pendapatan Kutai Kartanegara. Logikanya, jika akan belanja, kita harus tahu dulu berapa pendapatan. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang,” ujar Aulia.

Ia menyebutkan bahwa rapat ini merupakan langkah awal untuk menyatukan visi dan persepsi dalam menggali potensi sumber pendapatan baru. Fokus utama diarahkan pada sektor pajak daerah, retribusi, serta pemanfaatan dan optimalisasi aset milik daerah.

Aulia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor agar strategi peningkatan PAD bisa terlaksana dengan baik.

“Jadi, ini adalah rapat pertama, tujuannya untuk menyatukan persepsi dalam menggali potensi-potensi pendapatan baru untuk Kutai Kartanegara,” tegasnya.

Dengan forum rakor ini, Pemerintah Kabupaten Kukar berharap dapat menyusun rencana penguatan fiskal yang realistis dan berorientasi jangka panjang.

“Dengan semangat kolaboratif antar perangkat daerah dalam rakor ini, saya berharap ke depannya PAD Kutai Kartanegara dapat meningkat secara signifikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” harap Aulia Rahman. (adv)