SEGAR, lembut, dan kaya rasa ikan bukan hanya menggugah selera, tapi juga menyimpan nutrisi penting bagi tubuh. Bagi banyak orang, seporsi ikan yang disantap hangat menjadi simbol kehangatan keluarga dan perhatian terhadap kesehatan.
Sebagai sumber protein hewani, ikan menawarkan manfaat luar biasa, terutama bagi mereka yang sedang menjalani pola makan sehat atau diet. Dibandingkan daging merah, ikan cenderung rendah lemak jenuh, mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung, dan lebih mudah dicerna tubuh. Inilah sebabnya mengapa ikan sering dianjurkan dalam menu diet seimbang, baik untuk menurunkan berat badan maupun menjaga metabolisme.
Berdasarkan data terbaru Aqua Star Smart Seafood 2024, tuna menempati peringkat tertinggi dengan 26 gram protein dan 130 kalori per 100 gram. Di bawahnya ada halibut (23 gram protein/120 kalori), salmon dan tilapia (masing-masing 22 gram protein), serta kerakap 21 gram.

Meskipun beberapa jenis seperti halibut dan kod jarang dijumpai di pasar Indonesia, pilihan seperti tuna, tilapia (nila), dan kerakap lebih mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Ketiganya cocok dijadikan pilihan utama dalam pola makan sehat. Terumtama jika dimasak dengan cara rendah minyak seperti kukus atau panggang.
Dengan kandungan protein tinggi dan kalori yang bersahabat, ikanm patut menjadi andalan dalam menu harian. Menggabungkan manfaat gizi dan ketersediaan di pasar lokal, ikan bukan hanya lezat, tetapi juga solusi cerdas bagi gaya hidup sehat yang ramah kantong.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin