AROMA kopi yang menyeruak saat diseduh, hangatnya genggaman cangkir di tangan, dan rasa pahit yang meninggalkan jejak kenikmatan. Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, tapi ritual. Di balik kenikmatannya, kopi juga dikenal mampu meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, dan menjadi teman setia saat lelah melanda.
Menariknya, survei Goodstat 2024 menunjukkan 42 persen orang Indonesia lebih memilih menikmati kopi di malam hari. Sementara itu, hanya 27 persen yang meminumnya di pagi hari, 19 persen di sore hari, dan 12 persen di siang hari.

Dominasi malam hari sebagai waktu favorit bisa jadi karena banyak orang yang menjadikan kopi sebagai penopang begadang. Untuk bekerja, belajar, atau sekadar bersantai. Namun, menurut temuan dalam jurnal Sleep and Caffeine: A Systematic Review karya Clark dan Landolt (2017), konsumsi kafein di malam hari berisiko mengganggu kualitas tidur. Selain itu, dapat menghambat produksi melatonin (hormon tidur) dan dapat menyebabkan gangguan tidur jangka panjang jika dikonsumsi secara rutin.
Lantas, waktu terbaik untuk minum kopi antara pukul 09.30 hingga 11.30 pagi. Hal ini didasari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Caffeine: The Best Time for Your Brain oleh Steven L. Miller (2013). Ini karena kadar hormon kortisol yang membantu tubuh tetap terjaga secara alami biasanya menurun di jam 9 hingga 11 pagi. Untuk itu efek stimulan dari kopi bisa bekerja lebih efektif tanpa mengganggu ritme biologis tubuh.
Kopi memang menghadirkan kenikmatan dalam tiap teguknya, tapi memilih waktu yang tepat untuk menikmatinya bisa membuat manfaatnya jadi maksimal. Jadi, jika selama ini kopi jadi teman begadang, mungkin sudah waktunya mengubah jadwal demi tidur yang lebih nyenyak dan tubuh yang lebih bugar.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin