Mayoritas Konsumen Online di RI Masih Bayar Tunai: Hanya 6 Persen Pakai E-Wallet

kaltimes.com
27 Jun 2025
Share

ERA digital yang serba cepat, belanja bisa dilakukan dalam sekali klik. Ironisnya, sebagian besar konsumen di Indonesia masih memilih membayar secara tunai saat barang sampai di tangan.

E-commerce yang merupakan platform jual beli online telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dengan kepraktisan yang ditawarkan, pengguna bisa memesan barang tanpa harus datang langsung ke toko. Kemudahan memilih, membandingkan harga, hingga sistem pengantaran barang ke rumah, membuat e-commerce semakin diminati.

Sayangnya, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik E-Commerce 2023, mayoritas pelaku usaha e-commerce di Indonesia masih mengandalkan pembayaran tunai. Sebanyak 75,19 persen transaksi dilakukan dengan uang tunai, termasuk metode Cash on Delivery (COD). Keunggulan COD terletak pada rasa aman konsumen. Mereka baru membayar setelah barang diterima dalam kondisi sesuai. 

Di urutan berikutnya, sebanyak 17,44 persen transaksi dilakukan lewat transfer bank, yang relatif mudah diakses lewat ATM dan mobile banking. Dompet digital seperti GoPay, OVO, dan Dana hanya digunakan dalam 5,92 persen transaksi. Sementara metode QRIS dan kartu debit/kredit masih jauh tertinggal, masing-masing hanya 1,02 persen dan 0,43 persen.

Fenomena ini menandakan bahwa meski infrastruktur pembayaran digital semakin canggih, kepercayaan konsumen masih jadi tantangan utama. E-commerce di Indonesia perlu terus berinovasi untuk mendorong adopsi sistem pembayaran non-tunai agar belanja online tak hanya praktis, tapi juga makin aman dan efisien.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin