Di Balik Kritik, Polisi Masih Jadi Penolong: Ini 5 Peran yang Dihargai Publik

kaltimes.com
27 Jun 2025
Share

DI TENGAH sorotan dan kritik yang kerap menghampiri institusi kepolisian, masih banyak warga Indonesia yang merasakan manfaat nyata dari kehadiran aparat di lapangan. Ada momen ketika seragam cokelat itu bukan simbol kekuasaan, melainkan pertolongan yang datang tepat waktu.

Berdasarkan survei Goodstat 2025, hampir separuh responden, 47 persen mengaku merasa terbantu oleh peran polisi dalam pengaturan lalu lintas. Ini menjadi bentuk layanan paling terasa di kehidupan sehari-hari. Hal ini paling terasa di kota-kota besar yang rawan macet dan kecelakaan. 

Di urutan kedua, 27,5 persen publik merasa terbantu dalam penanganan kasus kriminal, mulai dari pencurian hingga kekerasan. Hal ini menunjukkan peran penyidik masih dianggap penting oleh masyarakat.

Sementara itu, 26 persen warga merasa terbantu ketika melaporkan kehilangan, baik barang maupun orang. Layanan ini sering menjadi jembatan awal bagi publik yang membutuhkan bantuan administratif atau pencarian. 

Tak kalah penting, sebanyak 25,1 persen mengapresiasi peran polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Meski pemberantasan narkoba menjadi yang paling kecil persentasenya (19,2 persen). Kehadiran polisi dalam memerangi penyalahgunaan narkotika tetap dianggap relevan dan dibutuhkan.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa di balik kritik dan tantangan, ada fungsi-fungsi polisi yang nyata dirasakan publik. Kepercayaan mungkin tidak selalu penuh, tapi ketika polisi hadir dengan peran yang tepat, masyarakat pun tak ragu untuk merasa terbantu.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin