Hari Hipertensi Sedunia: Saatnya Waspadai Si Pembunuh Diam-Diam

kaltimes.com
18 Mei 2025
Share

KEMARIN, 17 Mei, diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia untuk mengingatkan pentingnya deteksi dini tekanan darah tinggi. Di tengah lonjakan penyakit tidak menular di Indonesia, hipertensi tetap jadi ancaman serius yang kerap tak disadari karena minim gejala.

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi kronis di mana tekanan darah terhadap dinding arteri meningkat secara persisten. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Menurut jurnal “Hypertension: The Silent Killer” (Kearney et al., 2005), hipertensi dijuluki pembunuh diam-diam. Sebab, sebagian besar penderita tak menyadari gejala hingga muncul komplikasi. Studi tersebut juga menyoroti pentingnya intervensi kesehatan masyarakat untuk menekan angka kejadian hipertensi secara global.

Data dari Databoks Katadata (2024) mencatat bahwa DKI Jakarta menjadi provinsi dengan prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 12,6 persen. Angka ini menunjukkan bahwa satu dari delapan warga Jakarta hidup dengan tekanan darah tinggi. 

Di posisi kedua, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat prevalensi sebesar 12,3 persen, disusul oleh Sulawesi Utara dengan 12,1 persen. Kalimantan Timur menyusul dengan angka 11,1 persen, menandakan bahwa lebih dari satu dari sepuluh penduduknya menderita hipertensi. 

Jawa Barat, provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, mencatat prevalensi 9,9 persen. Data ini menjadi peringatan bahwa hipertensi bukan hanya masalah individu, tapi juga tantangan kesehatan masyarakat yang serius.

Tingginya angka hipertensi di berbagai provinsi menegaskan perlunya edukasi dan pencegahan yang lebih masif. Gaya hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta kesadaran untuk mematuhi pengobatan adalah kunci utama dalam mengendalikan penyakit ini. Di Hari Hipertensi Sedunia, mari kita jaga tekanan darah, jaga kehidupan.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin