DI HARI Minggu yang penuh berkat ini, saat jutaan umat Katolik di seluruh dunia menjalankan ibadah. Ibadah ini mengenang momen sakral dalam sejarah Gereja Katolik Roma.
Pada Kamis malam, 8 Mei 2025 waktu Vatikan, Kardinal Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai Paus ke-267, menggantikan Paus Fransiskus. Umat menyambut Paus baru dengan rasa syukur dan harapan. Di balkon Basilika Santo Petrus, ia memberikan berkat dan menyapa ribuan jiwa yang menantinya.
Pemilihan nama Paus Leo XIV bukan tanpa makna. Kardinal Prevost memilih nama tersebut sebagai penghormatan kepada Paus Leo XIII, sosok pemimpin yang dikenal lewat ensiklik Rerum Novarum pada tahun 1891, yang menjadi tonggak doktrin sosial modern Gereja Katolik. Seperti dikutip dari Vatican News, pilihan nama ini juga mengandung harapan agar kepemimpinan Paus Leo XIV dapat membawa Gereja pada pembaruan sosial dan semangat keadilan yang kuat.(Leo XIV is the new Pope – Vatican News, Vatican News, 2025)
Penggantian nama saat seseorang menjadi paus adalah tradisi panjang yang sarat makna. Dilansir dari Kompas, awalnya paus menggunakan nama asli mereka. Namun sejak abad ke-6, tradisi mengganti nama saat naik tahta mulai diterapkan untuk menandai babak baru kepemimpinan dan visi yang diemban. Nama baru ini juga menjadi simbol identitas spiritual dan misi yang diemban sang paus dalam memimpin umat Katolik di seluruh dunia. (Alasan Paus Mengganti Nama, Ini Sejarah dan Maknanya Halaman all – Kompas.com, Kompas, 2025)
Sepanjang sejarah Gereja Katolik, ada beberapa nama yang paling sering dipilih oleh para paus, mencerminkan penghormatan kepada pendahulu dan tradisi gereja yang kaya. Dilansir dari artikel Tempo, terdapat tujuh nama paus yang paling populer sepanjang sejarah Gereja Katolik. Nama Yohanes menjadi yang paling sering digunakan, dengan total 21 paus yang mengadopsinya. Nama ini populer karena penghormatan kepada tokoh-tokoh suci seperti Yohanes Pembaptis dan Rasul Yohanes.
Selanjutnya, nama Benediktus dan Gregorius sama-sama dipilih oleh 16 paus. Kedua nama ini juga memiliki makna religius yang kuat dan diwariskan oleh para pemimpin gereja terdahulu.
Nama Klemens dipakai oleh 14 paus, begitu pula dengan nama Leo yang juga telah digunakan 14 kali. Nama Leo sangat terkait dengan tradisi paus-paus yang berpengaruh, termasuk Paus Leo XIII yang menjadi inspirasi bagi Paus Leo XIV.
Nama Inosensius diadopsi oleh 13 paus, sementara nama Pius digunakan oleh 12 paus. Nama-nama ini masing-masing membawa sejarah panjang dan nilai-nilai spiritual yang melekat pada kepemimpinan gereja.(7 Nama Paus Paling Populer Sepanjang Sejarah Gereja Katolik | tempo.co, Tempo, 2025)

Dengan terpilihnya Paus Leo XIV, Gereja Katolik memasuki babak baru penuh harapan. Nama dan tradisi yang ia pilih bukan sekadar simbol, melainkan janji untuk melanjutkan misi spiritual dan sosial yang telah lama menjadi landasan gereja. Di tengah tantangan zaman modern, umat dunia menanti langkah bijak dan inspiratif dari sang pemimpin baru.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin