Banjir Datang, Harapan Petani Samarinda Terendam Bersama Padi

kaltimes.com
16 Mei 2025
Share

HUJAN deras yang mengguyur Samarinda bukan hanya membawa genangan air, tapi juga menyapu bersih harapan para petani. Di Lempake, sawah-sawah yang sebelumnya menghijau kini tergenang air. Petani hanya bisa menatap pasrah saat padi mereka tenggelam sebelum sempat dipanen.

Banjir kembali melanda Kota Samarinda pada Senin (12/5/2025). Derasnya hujan menyebabkan luapan air yang membanjiri sejumlah kawasan, termasuk Kelurahan Lempake di Kecamatan Samarinda Utara. Air belum sepenuhnya surut hingga hari-hari berikutnya, menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian di wilayah tersebut.

Dilansir dari Niaga Asia, Sekitar 50 hektare lahan sawah terendam banjir dan terancam gagal panen. Lahan tersebut merupakan bagian dari total 210 hektare kawasan persawahan milik Kelompok Tani Krida Karya Utama yang tersebar di Betapus, Giri Rejo dan Muang Ilir. Kondisi padi pun bervariasi, ada yang baru ditanam, sedang memasuki fase pembentukan malai, hingga yang siap panen. Bahkan beberapa petani yang sudah memanen justru harus kehilangan hasilnya karena hanyut terbawa arus.(50 Hektar Persawahan di Samarinda Terendam Banjir – Niaga.Asia, Niaga Asia, 2025)

Dari sumber yang sama Adung KS Utomo, Ketua Kelompok Tani Krida Karya Utama sekaligus Manajer Brigade Pangan Suluh Manuntung menjelaskan musim tanam ini merupakan yang kedua setelah banjir pada Januari lalu. Para petani sudah menanam kembali, namun kini lahan mereka kembali terendam banjir. Selain itu, Ia mengungkapkan dua musim tanam terakhir selalu gagal akibat banjir, membuat petani makin terdesak secara ekonomi.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan identifikasi dan pemantauan intensif terhadap lahan terdampak. Dilansir dari Antara News, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, menyatakan pihaknya telah menyiapkan bantuan benih dan mendorong percepatan tanam begitu banjir surut. Harapannya, kondisi cuaca membaik pada bulan Juni sehingga petani bisa kembali menanam tanpa gangguan lebih lanjut.(Pemprov Kaltim kejar percepatan tanam padi usai banjir di Samarinda – ANTARA News Kalimantan Timur, Antara News, 2025)

Yana juga menegaskan bahwa masa tanam Mei-Juni adalah periode krusial dalam kalender tanam padi. Oleh karena itu, pemulihan segera sangat penting untuk mengejar target produksi. Yana meminta para petani untuk segera mempercepat penanaman kembali setelah banjir, dengan harapan cuaca kembali normal dan tidak terjadi anomali lagi.

Petugas lapangan dikerahkan untuk terus memberikan laporan kondisi terkini. Sebagian lahan yang terendam bahkan baru memasuki tahap pengolahan. Kerugian pun tak hanya terjadi dari sisi panen, tetapi juga dari persiapan tanam yang sudah terlanjur dilakukan.

Cuaca tak menentu dan banjir yang terus mengancam membuat petani Samarinda kewalahan. Mereka kini menghadapi tantangan berat menjaga ketahanan pangan lokal.

Panen gagal bukan hanya soal angka produksi. Itu juga pukulan besar bagi hidup petani dan keluarga yang menggantungkan hidup dari sawah terendam banjir.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin