PERUSAHAAN mobil listrik asal China, Build Your Dreams (BYD), membuat gebrakan baru. Mereka memberikan fitur bantuan mengemudi canggih secara gratis di sebagian besar model mobilnya. Keputusan ini langsung mendongkrak harga saham BYD ke rekor tertinggi.
Menurut CNN, konsumen di China kini bisa menikmati fitur bernama God’s Eye di mobil-mobil BYD yang dijual mulai dari 69.800 yuan atau sekitar Rp 150 juta. Sebelumnya, teknologi ini hanya tersedia di model yang harganya di atas Rp 450 juta. Langkah BYD ini diperkirakan akan kembali memanaskan perang harga yang sudah sengit di pasar mobil listrik terbesar dunia. (https://edition.cnn.com/2025/02/11/cars/china-byd-smart-driving-tesla-hnk-intl, CNN, 2025)
Saham BYD di bursa Hong Kong melonjak lebih dari 4 persen setelah pengumuman ini, dan diperdagangkan di level 330 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 870 ribu per lembar.
Wang Chuanfu, Chairman BYD, menyatakan bahwa tahun 2025 akan menjadi awal era mobil pintar yang bisa dinikmati semua orang. Ia juga memprediksi dalam tiga tahun ke depan, fitur mengemudi cerdas tingkat tinggi akan menjadi standar di semua mobil, seperti sabuk pengaman dan airbag.
Di pasar global, BYD menempati posisi keenam dalam penjualan mobil. Geely Auto, yang juga berasal dari China, berada di urutan ke-10. Sementara itu, di dalam negeri, BYD menguasai pasar mobil energi baru (NEV). Pangsa pasarnya mencapai lebih dari 32 persen pada 2024, berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China.
Menurut analis otomotif Tu Le dari Sino Auto Insights, keputusan BYD ini membuat para pesaingnya, termasuk Tesla, harus memikirkan ulang strategi mereka. Tesla saat ini menawarkan fitur mengemudi otomatis di AS dengan biaya langganan bulanan 99 dolar AS atau sekali bayar 8.000 dolar AS. Namun, Tesla masih menunggu izin untuk menguji fitur itu di China.
Tak hanya Tesla, pengumuman BYD ini juga memberi tekanan ke produsen China lain seperti Xpeng dan Geely Auto, yang sahamnya ikut turun pada Selasa (13/5/2025).
Dalam acara yang sama, BYD juga mengumumkan rencana menyematkan teknologi AI DeepSeek ke mobil-mobilnya. DeepSeek adalah startup AI asal China yang dikenal karena chatbot-nya yang disebut-sebut bisa menyaingi ChatGPT dari OpenAI.
Selama ini, BYD memang dikenal agresif dalam perang harga. Bahkan tahun lalu, BYD sempat meminta para pemasoknya menurunkan harga komponen hingga 10 persen demi menjaga harga mobil tetap bersaing.
Langkah BYD ini menegaskan posisinya sebagai pemain dominan di pasar mobil listrik China yang makin kompetitif. BYD menawarkan teknologi canggih di mobil murah. Langkah ini memacu inovasi sekaligus memaksa pesaingnya untuk beradaptasi atau tertinggal(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin