Lelang Aset Rampasan KPK: Barang Mewah Kurang Peminat, Daya Beli Jadi Sorotan

kaltimes.com
11 Des 2024
Share
Salah satu aset barang rampasan yang dilelang KPK. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Kaltimes.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menyelenggarakan lelang aset rampasan koruptor untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2024 pada Selasa (10/12).

Namun, dari total 134 aset yang dilelang, sebanyak 55 barang, sebagian besar berupa barang mewah, tidak laku terjual.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menjelaskan bahwa lemahnya daya beli masyarakat terhadap barang mewah menjadi salah satu penyebab utama.

“Barang-barang mewah seperti mobil, rumah, tanah, dan tas mewah memiliki daya tarik yang rendah,” ungkap Ghufron di gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Beberapa barang, seperti tas Hermes senilai Rp 80-90 juta dan mobil-mobil mewah seperti Lexus dan Mercedes-Benz, menjadi contoh aset yang belum berhasil terjual meskipun telah dilelang beberapa kali.

Sebaliknya, barang seperti emas dan mobil populer di pasaran, seperti Toyota Avanza, lebih diminati.

Dalam kategori aset tidak bergerak, hanya dua dari enam aset berupa tanah, rumah, apartemen, dan rusun umum yang berhasil dilelang.

Sementara itu, meski KPK telah menyulap lobby gedung Merah Putih menjadi showroom otomotif, sejumlah kendaraan mewah, termasuk Harley Davidson dengan nilai ratusan juta rupiah, belum menemukan pembeli.

Tas-tas Hermes yang dilelang dalam acara ini merupakan hasil sitaan dari kasus gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rafael Alun Trisambodo, dengan nilai total mencapai Rp 241 juta.

Hingga kini, belum ada laporan bahwa barang-barang tersebut terjual. (net/ra)