Pemakzulan Yoon Suk-yeol Gagal, Protes di Seoul Terus Memanas

kaltimes.com
9 Des 2024
Share
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol. (Foto: Reuters)

Kaltimes.com – Upaya pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol gagal setelah voting di Majelis Nasional pada Sabtu (7/12) tidak memenuhi kuorum.

Meskipun 192 anggota parlemen oposisi dan tiga anggota dari partai penguasa People Power Party (PPP) memberikan suara mendukung pemakzulan, hasilnya tetap tidak mencukupi.

Mosi pemakzulan membutuhkan dukungan dari dua pertiga anggota parlemen, atau sekitar 200 suara, untuk disahkan.

Pemakzulan yang gagal ini didorong oleh ketidaksepakatan dalam Majelis Nasional, dengan PPP memilih untuk memboikot pemungutan suara.

Partai yang mengusung Yoon pada pemilu 2022 ini tidak memberikan dukungan meskipun ada permintaan dari Ketua Majelis Nasional Woo Won-shik agar mereka turut serta memberikan suara.

Di luar gedung parlemen, protes untuk menuntut pengunduran diri Yoon semakin meningkat. Puluhan ribu warga Korea Selatan turun ke jalan, menyuarakan ketidakpuasan mereka.

Aksi ini menyebabkan gangguan pada transportasi umum, dengan beberapa jalur kereta tidak berhenti di stasiun sekitar gedung parlemen.

Di tengah protes ini, seperti dilansir dari Reuters, Yoon menyampaikan pidato permintaan maaf terkait keputusan darurat militer yang sempat diberlakukan.

Ia mengakui kekacauan yang ditimbulkan dan menyesali langkah tersebut.

Meskipun begitu, Yoon menegaskan ia tidak akan mundur dari jabatannya, meskipun ada tekanan dari beberapa pihak dalam partainya untuk melakukannya.

“Saya sangat menyesal dan ingin meminta maaf kepada orang-orang yang terkejut,” ujar Yoon dalam pidatonya.

Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Yong-hyun ditahan oleh jaksa pada Minggu (8/12), terkait penyelidikan dugaan pengkhianatan dalam kasus darurat militer yang diterapkan Yoon. (net/ra)