Pemkab Diminta Bertindak Tegas Soal Limbah Kelapa Sawit

kaltimes.com
24 Nov 2024
Share
Anggota DPRD Kabupaten Berau, Fasra Wisono.

Kaltimes.com – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Fasra Wisono, menyoroti pentingnya pengawasan terhadap limbah pabrik.

Hal itu disampaikan Fasra menyusul beroperasinya perusahaan pengolahan kelapa sawit di Kecamatan Segah. Yang mana, selainmembawa manfaat besar bagi warga sekitar. Juga ada potensi ancaman yang tidak bisa diabaikan yakni pengelolaan limbah.

Fasra mengingatkan bahwa manfaat ekonomi dari keberadaan pabrik tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami mengakui dampak positif bagi ekonomi masyarakat Segah, tapi jangan sampai persoalan limbah menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan warga,” katanya.

Legislator Partai Demokrat tersebut menjelaskan bahwa limbah dari pabrik berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Air limbah yang tidak terkontrol dapat mengalir ke wilayah dengan populasi lebih padat di hilir. Hal ini, menurut Fasra, bisa membahayakan kesehatan warga dan merusak ekosistem setempat.

“Masalah limbah ini sangat krusial. Kalau tidak ada pengelolaan yang baik, bisa berdampak luas, mulai dari pencemaran air hingga penurunan kualitas hidup petani yang sangat bergantung pada tanah dan air bersih,” ujarnya.

Dirinya menegaskan bahwa pencemaran tidak hanya berbahaya bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi mata pencaharian petani sawit yang bergantung pada kualitas lingkungan sekitar. Menurutnya, permasalahan ini harus menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan dinas terkait.

“Sejauh ini belum ada keluhan dari masyarakat, tapi kita tidak boleh menunggu sampai terjadi pencemaran. Kajian dan kontrol rutin harus dilakukan agar persoalan limbah ini tidak berlarut-larut,” lanjut Fasra.

Fasra meminta Pemkab Berau untuk lebih tegas dalam memastikan pabrik-pabrik di Segah mematuhi regulasi pengelolaan limbah. Ia berharap OPD terkait melakukan pengawasan ketat serta memberikan sanksi tegas bagi perusahaan yang abai terhadap lingkungan.

“Pemerintah harus hadir sebagai pengawas yang kuat. Jangan sampai masyarakat jadi korban karena lemahnya pengelolaan limbah. Ini soal tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Dengan berbagai manfaat yang dibawa, keberadaan pabrik pengolahan sawit di Segah tetap harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan lingkungan.

Langkah preventif dan pengawasan berkelanjutan menjadi kunci agar keberadaan pabrik benar-benar membawa kesejahteraan, bukan malah menjadi ancaman bagi warga sekitar. (Adv/tim)