Kaltimes.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Indonesia mewarisi utang sebesar Rp 8.560,36 triliun pada akhir Oktober 2024.
Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar Rp 87 triliun atau 1,02 persen dibandingkan dengan posisi utang pada akhir September 2024 yang tercatat Rp 8.473,90 triliun.
Meskipun jumlah utang meningkat, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih berada pada level aman, yakni 38,66 persen.
Hal ini jauh di bawah batas aman utang yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang menetapkan batas maksimal rasio utang terhadap PDB sebesar 60 persen.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa pengelolaan portofolio utang berperan besar dalam menjaga keberlanjutan fiskal negara.
“Pemerintah konsisten mengelola utang secara cermat dan terukur dengan menjaga risiko suku bunga, mata uang, likuiditas, dan jatuh tempo yang optimal,” tambahnya dalam buku APBN KiTa, yang dirilis pada Senin (2/12).
Rata-rata jatuh tempo utang tercatat aman dengan 8,02 tahun, dan lebih dari 80 persen utang pemerintah menggunakan suku bunga tetap (fixed rate).
Sebanyak 72,1 persen dari total utang juga berdenominasi dalam rupiah, yang membantu mengendalikan risiko terkait tingkat bunga dan nilai tukar.
Mayoritas utang pemerintah berbentuk Surat Berharga Negara (SBN), yang mencapai 88,21 persen dari total utang.
Sri Mulyani menambahkan bahwa pasar SBN yang efisien akan meningkatkan daya tahan sistem keuangan Indonesia terhadap guncangan ekonomi.
Investor domestik mendominasi kepemilikan SBN, dengan porsi 85,02 persen, sementara kepemilikan asing hanya 14,98 persen.
SBN menjadi instrumen penting bagi lembaga keuangan domestik, seperti perbankan, perusahaan asuransi, dan dana pensiun, dalam memenuhi kebutuhan investasi dan pengelolaan likuiditas.
Pemerintah juga terus mengembangkan pasar SBN domestik agar semakin dalam, aktif, dan likuid, dengan fokus pada pengembangan SBN berbasis lingkungan.
Seperti Green Sukuk, serta SBN bertema SDGs seperti SDG Bond dan Blue Bond. (net/ra)