Kaltimes.com – Bentrokan sektarian di wilayah Kurram, Pakistan, dalam sepuluh hari terakhir telah menewaskan lebih dari 130 orang dan melukai sekitar 200 lainnya.
Bentrokan ini melibatkan kelompok Muslim Sunni dan Syiah dan dimulai pada 21 November 2024.
Dikutip dari Aljazeera, bentrokan ini terjadi setelah sekelompok Muslim Syiah yang sedang dalam perjalanan diserang oleh pria bersenjata.
Serangan itu menewaskan 52 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Ketegangan ini menambah kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Sementara itu, lebih dari 100 orang di Afghanistan ditangkap oleh polisi Taliban karena menanam bunga poppy atau opium.
Penangkapan ini terjadi di wilayah timur laut Afghanistan, tempat dimana penduduk setempat menentang kebijakan Taliban yang melarang penanaman poppy.
Direktur Departemen Antinarkotika Polisi, Shafiqullah Hafizi, memberikan keterangan terkait keadaan yang terjadi.
“Dalam operasi hari ini, pasukan menangkap lebih dari seratus orang, termasuk penduduk dari berbagai desa, yang tertangkap saat menanam bunga opium,” ujar Hafizi, seperti yang dilaporkan AFP pada 1 Desember 2024.
Masyarakat di wilayah ini memang sejak lama menentang larangan Taliban terhadap penanaman poppy, yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga setempat.
Dengan meningkatnya ketegangan di Pakistan dan Afghanistan, situasi ini terus mendapatkan perhatian dari pengamat regional dan internasional. (net/ra)