Kaltimes.com – Kematian Yahya Sinwar, pemimpin Hamas, di tangan militer Israel menimbulkan gelombang reaksi di Jalur Gaza.
Al-Hanawi, seorang pengungsi, mengungkapkan rasa duka mendalam dan berpendapat bahwa kekuatan Hamas akan tergerus setelah kehilangan ini.
“Pembunuhan ini adalah tragedi bagi rakyat Gaza. Kami tidak mengharapkannya. Saya merasa bahwa Hamas sudah berakhir,” katanya kepada AFP.
Sama halnya, Ahmed Omar juga merasakan kesedihan yang mendalam. Ia menilai Sinwar sebagai syahid yang berjuang untuk melindungi rakyat Gaza.
“Dia akan dikenang sebagai pemimpin yang gugur di medan perang,” ucapnya.
Pengungsi lain, Moumen Abu Wassa menambahkan bahwa Israel kini tidak lagi memiliki alasan untuk melanjutkan serangan militernya, karena mereka telah membunuh target utama mereka, Sinwar. (net/ra)