Kaltimes.com – Dalam serangan terbaru yang dilakukan oleh Israel, dua tentara Lebanon tewas dan tiga lainnya terluka saat serangan menghantam pos militer di Lebanon selatan.
Insiden ini meningkatkan jumlah tentara Lebanon yang tewas saat bertugas menjadi lima orang, dengan 16 tentara lainnya juga telah kehilangan nyawa saat tidak bertugas.
Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, mengutuk keras serangan ini, menyebutnya sebagai kejahatan yang terus-menerus dilakukan Israel terhadap Lebanon.
“Tindakan ini menargetkan para prajurit pemberani yang menjalankan tugas nasional mereka dalam melindungi tanah air dan rakyat,” ujarnya, dikutip dari AL-Monitor.
Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Lebanon dan Israel, yang terus berlangsung di tengah konflik yang lebih luas di wilayah tersebut.
Sumber keamanan menyebutkan bahwa serangan ini memperburuk situasi di perbatasan, di mana ketegangan telah meningkat akibat serangan roket sebelumnya oleh kelompok bersenjata di Lebanon.
Situasi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan warga sipil, yang khawatir akan dampak lebih lanjut dari eskalasi konflik ini. (net/ra)