Jusuf Kalla Kritik Kurikulum Merdeka, “Tidak Sesuai untuk Indonesia”

kaltimes.com
10 Okt 2024
Share
Jusuf Kalla. (Foto: Rumondang Naibaho/detikcom).

Kaltimes.co.id – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik penerapan Kurikulum Merdeka yang dianggapnya tidak cocok untuk sistem pendidikan di Indonesia.

JK mengungkapkan pandangannya tentang Kurikulum Merdeka dan kondisi pendidikan Indonesia dalam Diskusi Kelompok Terpumpun yang digelar di Hotel Sheraton Grand Jakarta Gandaria City, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/9/2024).

Menurut JK, model pembelajaran ini dapat membuat siswa kehilangan motivasi belajar karena tidak adanya ujian sebagai pemicu.

Ia menilai bahwa Indonesia seharusnya tidak meniru sistem pendidikan negara-negara dengan konteks berbeda seperti Finlandia atau Swedia.

“Jangan tiru satu sekolah begitu, Cikal atau apa, bikin Kurikulum Merdeka, tiba-tiba satu Indonesia mau di-Kurikulum Merdekakan. What?” tegas JK.

JK juga mengkritik penghapusan ujian nasional (UN) di tingkat SD, SMP, dan SMA, yang menurutnya, tidak tepat jika dibandingkan dengan negara besar seperti India dan Cina yang memiliki sistem pendidikan lebih mirip dengan Indonesia.

“Kita harus belajar dari India, Cina, dan negara besar lainnya dengan populasi serupa,” ujarnya.

Jusuf Kalla menambahkan bahwa Indonesia perlu memperbaiki sistem pendidikan dengan memperhatikan karakteristik sosial dan demografisnya, termasuk jumlah populasi yang besar dan pendapatan per kapita yang berbeda dibandingkan negara-negara maju.

“Jika kita terus mencontoh sistem dari negara-negara dengan kondisi yang jauh berbeda, seperti Finlandia atau Singapura, kita hanya akan menciptakan sistem yang tidak sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” tambah JK​. (net/ra)