Implementasi Kurikulum Merdeka Membuka Tantangan dan Peluang Baru bagi Guru SDN 005 Tenggarong

kaltimes.com
25 Nov 2023
Share
Foto bersama guru SDN 005 Tenggarong

Kaltimes.com – Kurikulum Merdeka yang sedang diimplementasikan di Indonesia menimbulkan tantangan serta peluang baru bagi para pendidik di berbagai sekolah. Salah satunya adalah Leni Ermawati, seorang guru di SDN 005 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang merasa perlu mempelajari banyak hal guna menyesuaikan diri dengan kurikulum tersebut, terutama dalam hal administrasi.

“Kami juga masih belajar administrasinya. Kalau tentang mengajarnya, gurunya memang sudah belajar untuk mengajar anak, akhirnya guru itu cuma tinggal menyesuaikan bagaimana cara kita mengajarkan kepada anak,” ucap Leni, Jumat (24/11/2023).

Leni mengatakan bahwa kurikulum merdeka memberikan peluang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan gaya dan minat mereka.

“Kalau dulu itu harus duduk rapi dan siap, kalau sekarang tidak, suka-sukanya mereka yang penting mereka aktif itu yang diutamakan,” tuturnya.

Namun, kurikulum merdeka juga membawa tantangan bagi guru, salah satunya adalah komunikasi dengan orang tua siswa. Leni mengatakan bahwa pihak sekolah selalu berusaha untuk berkolaborasi dengan orang tua siswa.

“Sebulan sekali kita panggil orang tua, untuk melihat perkembangannya, sudah sampai dimana kemampuan anak, terus siapa saja anak yang belum bisa akhirnya kita komunikasikan dengan orang tua,” paparnya.

Leni juga mengatakan bahwa pihak sekolah memberikan bantuan tambahan bagi siswa yang membutuhkan.

“Kita bimbing di sekolah tapi dengan kesepakatan orang tua memberikan waktu untuk anaknya. Misalnya pulang jam 12 tapi kami tahan anak itu sampai jam setengah satu, jadi ada tambahan setengah jam, dan itu harus persetujuan dari orang tuanya,” lanjutnya.(Hms/Adv)