SDN 005 Tenggarong Masukan Bahasa Kutai ke Kurikulum, Upaya Pertahankan Bahasa Daerah dari Kepunahan

kaltimes.com
25 Nov 2023
Share
Suasan belajar di kelas

Kaltimes.com – Bahasa Kutai, bahasa daerah yang identik dengan Kalimantan Timur, menghadapi risiko penurunan penggunaannya dalam masyarakat, terutama oleh generasi muda. Ancaman kepunahan bahasa ini menjadi nyata. SDN 005 Tenggarong mengambil inisiatif untuk mencegah hal ini dengan mengintegrasikan pembelajaran bahasa Kutai ke dalam kurikulum bagi siswa-siswanya.

Salah satu guru yang bertanggung jawab untuk mengajar bahasa Kutai adalah Leni Ermawati. Ia mengatakan, bahasa Kutai adalah bahasa yang penting untuk dipelajari oleh anak-anak. Menurutnya, bahasa Kutai adalah bagian dari kekayaan budaya yang harus dilestarikan.

“Bahasa Kutai itu bahasa yang unik dan menarik. Anak-anak harus bangga dengan bahasa daerahnya. Saya selalu menyapa mereka dengan bahasa Kutai, tapi mereka malah heran dan malu,” ungkap Leni, Jumat (24/11/2023).

Leni mengungkapkan bahwa mengajar bahasa Kutai bukanlah hal yang mudah baginya. Ia berhadapan dengan sejumlah tantangan, seperti minimnya bahan ajar yang tersedia, kurangnya referensi kamus, serta kekurangan pelatihan yang memadai. Selain itu, ia juga mengalami kesulitan dalam membangkitkan minat anak-anak terhadap bahasa Kutai.

“Anak-anak sekarang lebih suka bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Mereka kurang familiar dengan bahasa Kutai. Saya harus mencari cara untuk membuat mereka senang belajar bahasa Kutai,” tuturnya.

Leni bersama dengan guru-guru lainnya di sekolahnya berkomitmen untuk menggunakan bahasa Kutai setiap hari Jumat. Bahkan, guru-guru yang berasal dari suku lain juga ikut belajar bahasa Kutai.

“Kami berusaha untuk menggunakan bahasa Kutai setiap hari Jumat. Kami juga mengajak guru-guru yang suku lain untuk mengenal bahasa Kutai. Kalau ada yang tidak tahu artinya, kami akan membantu mereka,” katanya.

Leni berharap ada perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan bahasa Kutai. Ia mengusulkan agar ada kamus bahasa Kutai yang tersebar di semua sekolah. Ia juga berharap ada pelatihan khusus untuk guru-guru yang mengajar bahasa Kutai.

“Kami hanya mendapat pelatihan selama empat hari. Itu tidak cukup untuk menguasai bahasa Kutai. Kami butuh bahan ajar dan kamus yang lengkap. Kami juga butuh bimbingan dari ahli bahasa Kutai,” harapnya. (Hms/Adv)