Kaltimes.com – Disdikbud Kutai Kartanegara (Kukar) berinisiatif untuk merangkul dan mempromosikan kekayaan budaya lokal dengan meluncurkan Direktori Kesenian Kukar, sebuah buku yang menggambarkan 237 kelompok seni yang berperan penting dalam mewariskan keberagaman seni dan budaya di wilayah tersebut.
Tujuan utama dibuatnya Direktori Kesenian Kukar adalah menjadi acuan yang terpercaya dan tepat mengenai seni dan budaya di Kukar. Harapannya, buku ini bukan hanya menjadi sarana pengenalan, tetapi juga menjaga dan memelihara warisan seni dan budaya Kukar agar dikenal serta lestari di kalangan masyarakat. Melalui upaya ini, keberlangsungan budaya lokal Kukar dapat terjaga dan terus berkembang, meskipun di tengah arus globalisasi yang terus meluas.
Disdikbud Kukar menggelar acara sosialisasi Direktori Kesenian Kukar di Gedung Serbaguna Disdikbud tingkat tiga pada Jumat (17/11/2023), yang dihadiri oleh seniman-seniman dari kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu, yang secara khusus diundang oleh pihak Disdikbud. Pelaksanaan acara dibuka oleh Puji Hutomo, SH, selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, didampingi oleh Liliyanto, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Seksi Pembinaan Kesenian, Bahasa, dan Sastra Daerah.
Liliyanto, yang juga menjadi narasumber, menjelaskan bahwa data dalam Direktori Kesenian Kukar berasal dari data awal Dinas Pariwisata tahun 2017 sebanyak 225 kelompok seni, dan data tambahan dari teman atau kelompok seni lainnya sebanyak 12 kelompok seni. Namun, data tentang jumlah pelaku seni di Kukar masih belum terdata secara rinci.
Liliyanto juga mengatakan bahwa salah satu tugas pokok dari Seksi Pembinaan Kesenian, Bahasa dan Sastra Daerah adalah melakukan pembinaan kepada para seniman, budayawan, pegiat, dan pengamat seni di Kukar. Pembinaan ini bertujuan untuk melestarikan kesenian asli atau khas Kutai, maupun kesenian yang berasal dari luar Kukar tetapi eksis dan berkembang di Kukar.
“Bentuk pembinaan yang dilakukan antara lain adalah pelatihan, pertunjukan, bantuan alat kesenian, dan sertifikasi seniman,” ucapnya.
Liliyanto juga mengarahkan para peserta sosialisasi untuk mengisi data pada formulir yang telah disediakan. Data tersebut diperlukan sebagai eksistensi lembaga, individu, atau kelompok kesenian mereka.
“Kedepan, data ini akan mempermudah akses ketika akan dilibatkan dalam suatu event tertentu, maupun dalam kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Disdikbud Kukar,“ tutupnya. (Adv)