GEMURUH sorak-sorai penonton kini mulai bergema di seantero benua Amerika Utara menyambut pesta bola terbesar sejagad. Bendera dari berbagai negara berkibar tinggi membawa harapan jutaan orang untuk melihat tim kebanggaan mereka mengangkat trofi emas.
Piala Dunia FIFA 2026 menjadi edisi ke-23 yang sangat istimewa karena melibatkan tiga negara sebagai tuan rumah. Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat akan menyelenggarakan turnamen ini secara bersamaan mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Sebanyak 16 kota siap menyambut kedatangan 48 tim nasional yang akan bertanding memperebutkan gelar juara dunia. Jumlah peserta ini merupakan hasil perluasan dari format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim nasional saja.
Oleh karena itu, persaingan tahun ini diprediksi akan jauh lebih ketat dan penuh dengan kejutan tak terduga.
Spanyol dan Prancis Pimpin Daftar Unggulan

Model prediksi dari Opta Analyst Prediction menempatkan Spanyol sebagai favorit utama juara Piala Dunia 2026 saat ini. Tim nasional Spanyol memiliki peluang sebesar 17 persen untuk memenangkan turnamen bergengsi di Amerika Utara tersebut.
Prancis menduduki posisi kedua dengan peluang 14,1 persen, diikuti oleh Inggris yang memiliki peluang sebesar 11,8 persen. Namun demikian, angka ini menunjukkan bahwa tim teratas sekalipun masih berpotensi gagal dalam mayoritas simulasi pertandingan.
Hal tersebut menegaskan bahwa setiap tim harus berjuang ekstra keras guna memastikan kemenangan di setiap laga.
Argentina sebagai juara bertahan justru berada di urutan keempat dengan peluang juara sebesar 8,7 persen saja. Selisih angka yang cukup jauh dengan Spanyol menandakan bahwa status kampiun sebelumnya bukan jaminan peluang terbesar.
Jerman menempati peringkat kelima dengan peluang 7,1 persen, disusul oleh Portugal yang mengantongi angka 6,6 persen. Di samping itu, Brasil memiliki peluang sebesar 5,6 persen dan Belanda menyusul dengan angka 5,2 persen.
Kejutan muncul dari Norwegia yang masuk daftar sepuluh besar dengan peluang juara sebesar 2,3 persen.
Peluang Negara Non-Tradisional dalam Format Baru
Format baru dengan 48 tim mulai memberikan ruang lebih besar bagi negara-negara non-tradisional untuk bersaing. Kolombia melengkapi daftar sepuluh besar kandidat juara dengan peluang kemenangan sebesar 2 persen pada edisi kali ini.
Kehadiran tim seperti Norwegia membuktikan bahwa kekuatan sepak bola dunia kini mulai tersebar lebih merata secara global. Prediksi ini memperlihatkan bahwa Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu turnamen yang paling sulit ditebak. Dominasi tim-tim besar masa lalu kini mendapatkan tantangan serius dari kekuatan baru yang sedang tumbuh.
Kesenjangan peluang yang tipis antar negara menunjukkan betapa kompetitifnya level permainan sepak bola modern saat ini. Status juara bertahan tidak lagi menjadi faktor dominan dalam menentukan probabilitas kemenangan di atas lapangan hijau.
Oleh karena itu, strategi pelatih dan kondisi fisik pemain akan menjadi kunci penentu hasil akhir setiap pertandingan. Format turnamen yang lebih luas ini menuntut konsistensi tinggi dari setiap tim selama satu bulan penuh kompetisi. Para penggemar sepak bola dapat menantikan pertarungan sengit yang melibatkan lebih banyak talenta berbakat dari seluruh dunia. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin