Borneo FC Bersaing, Nadeo Argawinata Masuk Jajaran Pemain Paling Bernilai di Tanah Air

kaltimes.com
25 Apr 2026
Share

SOROT lampu stadion menyinari tetesan keringat para pahlawan lapangan hijau yang sedang berjuang demi harga diri klub. Gemuruh suara suporter di tribun menjadi saksi betapa mahalnya nilai sebuah loyalitas dan kerja keras dalam sepak bola modern.

Peta nilai pasar pemain sepak bola Indonesia di kompetisi domestik kini menunjukkan dominasi klub besar seperti Persib dan Persija. Fenomena ini mencerminkan perubahan lanskap sepak bola nasional yang mulai bergerak menuju arah industri olahraga profesional.

Nama-nama besar seperti Thom Haye dan Rizky Ridho kini memimpin daftar pemain dengan nilai kontrak paling fantastis. Namun demikian, kehadiran talenta dari klub luar Jawa seperti Borneo FC menandakan bahwa distribusi kualitas pemain kian merata. Berikut adalah rincian nilai pasar para pesepak bola papan atas yang merumput di tanah air.

Dominasi Persib Bandung dan Persija Jakarta

Berdasarkan Transfermark 2026, Thom Haye menempati posisi puncak sebagai pemain termahal di Liga Indonesia saat ini dengan memperkuat Persib Bandung. Nilai pasar gelandang tim nasional tersebut mencapai USD 1 juta atau setara dengan Rp 17 miliar. S

Selanjutnya, bek andalan Persija Jakarta yakni Rizky Ridho menduduki peringkat kedua dengan nilai pasar sebesar USD 650 ribu. Jika kita konversikan ke dalam mata uang lokal, nilai tersebut mencapai angka Rp 11,05 miliar.

Posisi ketiga ditempati oleh Jordi Amat dari Persija Jakarta dan Eliano Reijnders dari Persib Bandung. Keduanya masing-masing memiliki nilai pasar sebesar USD 600 ribu atau sekitar Rp 10,2 miliar. Persib kembali menempatkan wakilnya melalui Marc Klok yang memiliki nilai pasar USD 400 ribu atau Rp 6,8 miliar.

Selain itu, penjaga gawang Borneo FC yakni Nadeo Argawinata juga memiliki nilai pasar yang setara dengan gelandang Persib tersebut. Yakob Sayuri dari Malut FC turut melengkapi daftar elit ini dengan nilai pasar yang juga menyentuh angka Rp 6,8 miliar.

Persaingan Ketat di Papan Tengah Nilai Pasar

Ezra Walian yang kini membela Persik Kediri mencatatkan nilai pasar sebesar USD 350 ribu atau Rp 5,95 miliar. Angka tersebut setara dengan nilai pasar pemain bertahan Persija Jakarta, Shayne Pattynama, pada periode yang sama. Beckham Putra dari Persib Bandung juga menutup daftar sepuluh besar dengan nilai pasar mencapai Rp 5,95 miliar.

Datai ini didominasi pemain naturalisasi dan penggawa tim nasional sangat memengaruhi kenaikan nilai pasar di liga domestik. Hal ini memberikan gambaran bahwa kualitas individu pemain kini menjadi aset investasi yang sangat berharga bagi setiap klub.

Masuknya Nadeo Argawinata memperlihatkan bahwa Borneo FC mulai memiliki daya saing dari sisi kualitas individu secara selektif. Berbeda dengan klub besar lain, Borneo FC menunjukkan pendekatan yang lebih efisien dalam membangun keseimbangan skuad mereka.

Strategi ini memungkinkan stabilitas tim tetap terjaga tanpa harus bergantung pada belanja pemain secara besar-besaran setiap musim. Oleh karena itu, kekuatan klub tidak lagi selalu kita ukur dari jumlah total pemain bernilai tinggi dalam tim. Efisiensi manajemen dalam merekrut pemain pada posisi strategis kini menjadi kunci utama kemenangan di kompetisi.

Kualitas sepak bola tanah air akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya apresiasi terhadap bakat-bakat terbaik bangsa. Nilai pasar yang tinggi merupakan motivasi bagi setiap pemain muda untuk terus mengasah kemampuan mereka hingga level dunia. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin