MELAHIRKAN bukanlah garis akhir perjuangan seorang ibu, melainkan awal dari fase baru yang jauh lebih kompleks, melelahkan, dan emosional. Di tengah kehadiran si kecil yang ditunggu-tunggu, tak sedikit ibu yang merasa kewalahan menghadapi kenyataan pasca persalinan.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), pada tahun 2023 tercatat sebanyak 260.000 perempuan di dunia meninggal dunia saat mengandung, saat melahirkan, atau dalam waktu singkat setelah melahirkan. Angka ini menggambarkan betapa rentannya kondisi ibu dalam masa kehamilan hingga pasca persalinan, baik secara fisik maupun mental.
Namun, tantangan tak berhenti di ruang bersalin. The Digital Mom Survey Indonesia 2024 yang dirilis oleh The Asian Parent Insights menunjukkan ibu-ibu Indonesia dihadapkan dengan berbagai tekanan setelah melahirkan. Sebanyak 78 persen responden mengalami kelelahan dan kurang tidur, menjadi keluhan paling umum. Diikuti dengan 69 persen ibu yang masih dalam proses pemulihan fisik, serta 64 persen yang kesulitan menyesuaikan diri dengan rutinitas baru setelah hadirnya bayi.
Tak kalah penting, isu kesehatan mental juga cukup dominan. Sebanyak 64 persen responden melaporkan mengalami gejala seperti mudah marah, sedih tanpa sebab, atau baby blues. Sebanyak 58 persen mengalami perubahan suasana hati drastis, dan 57 persen harus menghadapi masalah kesehatan ringan pada bayi seperti kolik atau ruam.
Tantangan menyusui dialami oleh 55 persen ibu. Selain itu, menghadapi tangisan serta kebutuhan bayi secara intens dilaporkan oleh 43 persen. Sementara 38 persen ibu kesulitan mencari waktu untuk diri sendiri. 36 persen mengaku kesulitan menjaga hubungan tetap harmonis dengan pasangan.

Semua angka tersebut menggambarkan bahwa pasca melahirkan bukan sekadar soal mengurus bayi, tapi juga perjuangan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan hubungan sosial seorang ibu. Dukungan dari lingkungan, pasangan, dan tenaga medis menjadi kunci utama agar ibu tidak merasa sendirian dalam menjalani masa-masa krusial ini.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin