Kaltimes.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Joni memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam meresmikan workshop dan mesin pelet sampah. Menurut Joni, inisiatif ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Hal seperti ini, lanjutnya sangat patut untuk didukung dan dikembangkan dengan baik. Sehingga ada lapangan pekerjaan baru dan juga produk baru yang bisa menjadi produk unggulan ke depannya. Terlebih menurut Joni, hal ini juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Inovasi ini menurutnya merupakan hal yang berdampak positif pada lingkungan. Dirinya berharap kreatifitas seperti ini terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Organisasi Perangkat Daedrah (OPD) terkait.
“Kami mendukung langkah ini. Pengelolaan sampah yang inovatif seperti ini adalah solusi yang sudah lama dinantikan. Ini bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang ekonomi masyarakat,” ungkap Joni Sarjan dengan antusias.
Sebelumnya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman meresmikan workshop dan mesin pelet di Jalan Ring Road, Dusun Gunung Karet, Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan pada Kamis, 13 Juni 2024. Peresmian ini merupakan hasil kolaborasi antara DPD Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kutai Timur, beberapa perusahaan swasta, dan rumah sakit lokal, dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan sampah.
Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi ASOBSI sebagai satu-satunya asosiasi bank sampah di Kutai Timur dan yang pertama di Kalimantan Timur. “Alhamdulillah, mesin pengolah sampah ini adalah anugerah bagi kami. Saya sendiri melihat bahwa hasil dari pengelolaan sampah dapat sangat bervariasi, mulai dari Rp 3 juta, Rp 5 juta. Bahkan hingga puluhan juta rupiah, tergantung pada beratnya,” ujar Ardiansyah yang disambut tepuk tangan dari para hadirin.
Ardiansyah juga mengungkapkan bahwa impian lama untuk memiliki fasilitas pengelolaan sampah seperti ini akhirnya terwujud. Sejak tahun 2008, ia dan istri telah bekerja sama dengan organisasi dari Surabaya dan KPC untuk mengubah sampah menjadi kompos.
Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah menyoroti potensi ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan ini. Dia menyebut kegiatan ini luar biasa karena dapat menjadi sumber penghasilan bagi anggota asosiasi dan masyarakat. ASOBSI Kutai Timur tidak hanya menghasilkan kompos, tapi juga memproduksi bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan.
“Alhamdulillah, beberapa pengusaha telah membantu pengadaan mesin ini. Semoga produksi BBM dapat meningkat dengan penambahan mesin baru,” kata Bupati, sambil menekankan pentingnya kolaborasi dalam penanganan masalah sampah. (ADV-DPRD/Q)