Transaksi QRIS Tembus Triliunan, UMKM Mendominasi Pasar Digital

kaltimes.com
17 Okt 2024
Share
Ilustrasi pembayaran melalui QRIS. (Foto: Dok. Bank Indonesia)

Kaltimes.com – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus mencatatkan lonjakan transaksi yang signifikan.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, hingga Juli 2024, total nilai transaksi QRIS mencapai Rp 188,3 triliun, dengan mayoritas kontribusi datang dari pedagang eceran makanan dan minuman.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan dampak positif QRIS bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini semakin mengadopsi teknologi digital dalam transaksi sehari-hari.

“QRIS telah menjadi alat pembayaran digital yang mendorong inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri, terutama bagi para pelaku usaha kecil. Dengan adopsi QRIS, mereka dapat melayani pelanggan lebih mudah dan aman,” ujar Filianingsih

Lonjakan transaksi QRIS tidak hanya menguntungkan para pedagang, tetapi juga mengubah pola belanja konsumen Indonesia yang kini lebih mengandalkan pembayaran non-tunai.

Masyarakat semakin dimudahkan dalam bertransaksi hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel mereka.

Tidak hanya itu, BI juga mencatatkan peningkatan pengguna QRIS yang melesat pesat dalam dua tahun terakhir.

Sejalan dengan perkembangan ini, transaksi perbankan digital dan uang elektronik juga mencatatkan tren pertumbuhan yang terus meningkat.

Menurut data Bank Indonesia, selain QRIS, penggunaan layanan perbankan digital dan e-money juga mengalami lonjakan yang signifikan, mendukung ekonomi digital yang semakin kuat di Indonesia.

Inisiatif ini sejalan dengan misi pemerintah untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

QRIS diharapkan mampu menjangkau lebih banyak UMKM di masa depan, sehingga mereka dapat bersaing dan berkembang lebih baik di era digital ini.

Filianingsih juga menambahkan bahwa penggunaan QRIS telah merambah hingga ke daerah-daerah terpencil, memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat bisa menikmati kemudahan pembayaran digital. (net/ra)