PASAR properti residensial di Balikpapan menunjukkan geliat menarik. Di tengah kenaikan harga, rumah tipe kecil tetap jadi favorit. Bagi mereka, memiliki rumah bukan soal kemewahan, tapi soal tempat pulang, tempat tumbuh, dan tempat membangun masa depan.
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, harga rumah di pasar primer terus merangkak naik. Pada triwulan I 2025, indeks harga residensial (IHPR) tumbuh 1,31 persen secara tahunan. Memang sedikit lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang sempat menyentuh 1,55 persen, tapi tren ini tetap mencerminkan adanya permintaan yang stabil.
Dilansir dari kaltimpost, Kepala Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, harga rumah besar memang terdongkrak oleh naiknya biaya bahan bangunan dan jasa konstruksi. Di sisi lain, hunian tipe kecil tetap ramai peminat berkat skema subsidi dari pemerintah.(https://kaltimpost.jawapos.com/bisnis/2386010646/hunian-tipe-kecil-mendominasi-pasar-properti-di-balikpapan, Kaltim Post, 2025)
Secara rinci, rumah tipe besar (di atas 70 meter persegi) mengalami kenaikan harga 1,34 persen, sedangkan tipe kecil tumbuh lebih tinggi di angka 1,59 persen. Tipe menengah tumbuh 1 persen. Meski semua kategori melambat dibanding akhir tahun lalu, tren ini tetap dianggap positif.
Namun dari sisi penjualan, jumlah unit yang laku justru turun. Hanya 162 unit terjual pada triwulan I 2025, anjlok 22 persen dari 208 unit di triwulan III 2024. Meski begitu, rumah kecil tetap mendominasi angka penjualan. Hal ini mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat akan hunian sederhana.
Dari sumber yang sama, Bank Indonesia juga memberi dorongan dari sisi kebijakan. Mulai 1 April 2025, insentif likuiditas makroprudensial (KLM) untuk sektor perumahan ditingkatkan dari 4 persen menjadi 5 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan insentif KLM yang kini mencapai Rp 103 triliun secara nasional, BI berharap akses pembiayaan rumah bisa lebih terbuka.
Meski dibayangi kenaikan harga dan penurunan penjualan, pasar rumah sederhana di Balikpapan tetap hidup. Hunian kecil tetap jadi harapan banyak keluarga. Selama kebutuhan akan tempat tinggal belum terpenuhi, rumah sederhana akan terus dicari.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin