Kaltimes.com – Dalam upaya pelestarian bahasa ibu, khususnya bahasa Kutai, dua siswa dari SMP N 1 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, berhasil mencatat prestasi luar biasa dalam Lomba Festival Bahasa Ibu yang diinisiasi oleh Disdikbud Kalimantan Timur (Kaltim).
Dua siswa yang berprestasi di lomba ini adalah Meidana Khaidar Ali kelas 7, yang mengikuti lomba tarsul (pantun), dan Zahra kelas 9, yang mengikuti lomba pidato bahasa Kutai. Mereka berhasil lolos ke tingkat nasional setelah menjadi juara di tingkat provinsi, kabupaten, dan sekolah.
Guru seni budaya SMP N 1 Tenggarong, Yunita Rakhaman, mengatakan bahwa seleksi di sekolah dilakukan oleh guru-guru, termasuk dirinya. Ia mengatakan bahwa siswa yang mengikuti lomba ini adalah siswa yang memiliki minat dan bakat untuk melestarikan bahasa Kutai.
“Itu kan melalui beberapa tahap seleksi, dari sekolah dulu, membuka kira-kira mau GK ini anak-anak mengikuti seleksi, dan itu tidak ada paksaan, jadi anak-anak yang merasa bisa akan memilih sendiri mau mengikuti yang mana,” ujarnya, Rabu (23/11/2023).
Yunita juga menyatakan bahwa persiapan untuk tingkat nasional dibantu oleh pihak pemerintah kabupaten, seperti juru bahasa dan pelatih dari luar. Ia berharap bahwa dua siswa tersebut dapat mengharumkan nama sekolah, kabupaten, dan provinsi di tingkat nasional.
Yunita juga mengapresiasi upaya Disdikbud Kaltim dalam melestarikan bahasa ibu melalui lomba festival bahasa ibu. Ia mengatakan bahwa bahasa Kutai adalah identitas kita, sehingga kita harus bangga dengan bahasa kita.
“Ini kan salah satu cara untuk melestarikan bahasa Kutai kita, karena bahasa kutai adalah identitas kita, jadi kita harus bangga dengan bahasa kita,” pungkasnya. (Hms/Adv)