Rahmat Dermawan Soroti Tantangan Regenerasi Petani dan Dorong Modernisasi Pertanian

kaltimes.com
10 Jul 2025
Share
Anggota DPRD Kukar, Rahmat Dermawan

Kaltimes.com – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Rahmat Dermawan, menyoroti tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian, terutama dalam hal regenerasi petani. Ia menilai rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian merupakan persoalan mendasar yang harus segera diatasi dengan pendekatan modern dan adaptif.

“Pemerintah daerah pun punya tantangan berkenaan dengan penurunan minat masyarakat untuk berprofesi sebagai petani. Regenerasi di sektor pertanian kita sangat minim,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).

Rahmat menegaskan bahwa mayoritas petani saat ini sudah berusia lanjut dan memiliki tingkat produktivitas yang rendah. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama karena produktivitas pertanian sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan daerah.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Rahmat mendorong adanya langkah nyata dalam modernisasi sektor pertanian. Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi, mekanisasi, serta pendekatan digital dalam menarik perhatian generasi milenial.

“Petani-petani kita saat ini kebanyakan berusia lanjut dengan tingkat produktivitas yang rendah. Harapannya, jika generasi milenial ikut terlibat, produktivitas pertanian bisa lebih ditingkatkan,” tutupnya.

Lebih lanjut, Rahmat menekankan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan sarana, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk menyusun strategi yang mampu menjadikan sektor pertanian sebagai profesi yang menjanjikan bagi anak muda.

Ia menyambut baik keterlibatan kepolisian dalam mendukung program pertanian. Menurutnya, kolaborasi semacam itu harus diperluas, termasuk dalam program pelatihan dan penyuluhan pertanian modern, agar sektor ini menjadi lebih menarik bagi generasi penerus.

“Semua pihak, termasuk aparat hukum, bisa dilibatkan dalam edukasi dan penguatan kapasitas petani muda. Dengan begitu, ketahanan pangan bukan hanya terjaga, tapi juga berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan mendorong kolaborasi dan modernisasi, Rahmat berharap pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor konvensional, melainkan sebagai fondasi strategis bagi pembangunan daerah. (adv)