Program Germas Dinkes, Abdi: Pacu Masyarakat Hidup Sehat

kaltimes.com
23 Mei 2024
Share

Kaltimes.com – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur Abdi Firdaus mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang terus digulirkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur.

Dukungan tersebut disampaikan Abdi guna memacu masyarakat untuk hidup sehat. Menurut Novel, Germas merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.

Abdi juga bilang, untuk mewujudkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas, ancaman penyakit menular dan juga penyakit tidak menular merupakan hal yang harus ditangani. Germas merupakan salah satu solusi menuju hal tersebut. Sehingga, menurutnya, langkah dari Dinkes perlu untuk didorong dan dilanjutkan.

Dampak lain dari program tersebut, lanjut Novel, selain terwujudnya SDM unggul dan berkualitas di Kabupaten Kutai Timur, juga dapat meningkatkan tingkat kesehatan yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini juga dapat diartikan sebagai keberhasilan pemerintah dari sisi Kesehatan.

“Jika program Germas ini sukses, maka ke depannya bukan hanya di bidang Pembangunan saja tapi pemerintah daerah mendapatkan penilaian, juga dari bidang kesehatan. Program ini sangat bagus, makanya harus didukung,” tegas politikus Partai demokrat ini.

Sedangkan Kepala Dinkes Kutai Timur Bahrani sebelumnya mengungkapkan, Dinkes memiliki keinginan agar masyarakat di Kabupaten Kutai Timur memiliki tingkat kesehatan yang tinggi. Artinya, tetap berumur panjang tetap dengan kondisi fisik yang sehat dan bugar. Dengan menggalakkan program Germas, pihak Dinkes ingin mendidik masyarakat di Kabupaten Kutai Timur bahwa kesehatan itu adalah investasi dan harus dijaga sejak usia muda.

Menurut Bahrani, saat ini ada beragam penyakit metabolik disebabkan pola dan gaya hidup yang tidak sehat. Biasanya, kata Bahrani, dipengaruhi dari makanan yang dikonsumsi, kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol, dan kurang berolahraga. Secara otomatis, lanjut dia, jika kebiasaan buruk itu terus dilakukan maka masyarakat bisa terjangkit berbagai jenis penyakit berbahaya.

“Saat ini kami sedang menggalakan program Germas di masyarakat Kabupaten Kutai Timur. Kami menginginkan tingkat kesehatan masyarakat di sini tinggi. Artinya bisa berumur panjang dan kondisi fisiknya dalam keadaan sehat dan tetap bugar,” harap bahrani. (Adv-DPRD/Q).