Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur Tembus 5 Besar Nasional, Bukti Kualitas Vokasi dari Timur

kaltimes.com
15 Jul 2025
Share
Sumber foto: https://poltekkes-kaltim.ac.id/sejarah-polkeskaltim/

MASA depan pendidikan vokasi Indonesia semakin cerah, terbukti dari prestasi gemilang sejumlah politeknik di panggung global. Tingginya peringkat Webometrics mencerminkan kualitas akademik dan digital yang kian diperhitungkan.

Politeknik merupakan institusi pendidikan tinggi vokasi yang menekankan praktik kejuruan dan keterampilan teknis, bukan sekadar teori seperti di universitas. Dengan program diploma tiga atau empat, politeknik mempersiapkan lulusan siap kerja. Hal ini berbeda dengan universitas yang lebih menekankan riset akademik dan gelar sarjana.

Menurut pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2025, posisi politeknik terbaik di Indonesia diukur dari peringkat global mereka. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berada di urutan tertinggi, menempati peringkat dunia 3.406. Diikuti oleh Politeknik Negeri Medan (4.980), Politeknik LP3I Bandung (5.902) dan Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur (5.980). Beberapa institusi lain seperti Poltekkes Tanjungkarang (6.035), Poltekkes Semarang (6.208), dan Politeknik Negeri Padang (6.564) juga masuk dalam jajaran top nasional.

Dari daftar ini, Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur (Poltekkes Kaltim) patut dibanggakan. Sebagai satu-satunya politeknik kesehatan yang konsisten masuk jajaran elit, Poltekkes Kaltim menonjol di bidang kesehatan vokasi. Keberhasilan ini didorong oleh kualitas pengajaran keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat yang relevan kebutuhan industri kesehatan lokal. Digitalisasi kampus, publikasi ilmiah, dan kolaborasi dengan fasilitas layanan kesehatan turut memperkuat posisi Poltekkes Kaltim di panggung global.

Secara keseluruhan, pemeringkatan Webometrics bukan sekadar soal angka. Hal ini juga mencerminkan kekuatan dalam publikasi riset, keterbukaan digital, dan reputasi online. Keberhasilan politeknik vokasi seperti PENS dan Poltekkes Kaltim menunjukkan pendidikan teknik dan kesehatan berbasis keahlian juga bisa bersaing di tingkat dunia. Tantangannya kini, bagaimana institusi lain dapat meniru jejak ini dan memperkuat pendidikan vokasi di era digital.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin