Kaltimes.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah kembali menunjukkan komitmennya memperkuat sektor pertanian daerah dengan memimpin panen padi perdana di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang. Kegiatan yang diselenggarakan di lahan sawah seluas belasan hektare itu sekaligus menandai keberhasilan proses penanaman yang dimulai tiga bulan sebelumnya.
Sejak awal pengolahan tanah hingga penebaran benih, Bupati ikut turun langsung untuk memotivasi para petani agar serius mengelola lahan secara terpadu. Dalam sambutannya di hadapan ratusan petani, perangkat desa, serta jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Edi Damansyah menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
“Tiga bulan lalu, kita bersama-sama membuka lahan dan menanam padi di Desa Mulawarman. Hari ini, kita kembali untuk memanen hasil kerja keras para petani. Ini bukan hanya panen biasa, tapi juga bentuk nyata dari komitmen kita menjaga ketahanan pangan lokal,” ujarnya di tengah tepuk tangan hadirin.
Lebih jauh Edi menegaskan bahwa panen ini membuktikan program Kukar Idaman—akronim dari Inovatif, Berdaya Saing, dan Mandiri—berjalan di jalur yang tepat. Ia menilai kemandirian pangan harus digenjot melalui kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan komunitas tani.
Karena itu, usai prosesi simbolis memotong malai padi, Bupati menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), benih varietas unggul tahan hama, serta pupuk nonsubsidi kepada lima kelompok tani setempat.
“Pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian dan motivasi agar para petani semakin bersemangat mengelola lahan mereka. Padi adalah salah satu komoditas utama yang menjadi fokus pengembangan Kukar Idaman demi ketahanan pangan yang kokoh,” tegasnya.
Keberhasilan panen di Desa Mulawarman pun diproyeksikan menjadi pilot project peningkatan produktivitas padi di seluruh Tenggarong Seberang. Menurut data Dinas Pertanian, rata‑rata hasil ubinan mencapai 6,5 ton gabah kering panen per hektare—melejit di atas rerata kabupaten.
Capaian itu sekaligus mendorong optimisme Pemerintah Kabupaten Kukar untuk menekan volume beras yang selama ini masih dipasok dari luar daerah.
“Kita berharap Desa Mulawarman bukan hanya menjadi simbol ketahanan pangan, tapi juga model keberhasilan pengelolaan pertanian yang dapat ditiru di daerah lain,” jelas Edi Damansyah.
Ia menilai keberhasilan petani setempat tak lepas dari disiplin menerapkan pengairan terjadwal, penggunaan pupuk organik, serta manajemen hama terpadu.
Acara panen perdana itu berlangsung meriah. Kirab hasil panen, bazar beras premium Mulawarman, dan pameran produk olahan beras—seperti beras organik kemasan lima kilogram—mewarnai kegiatan.
Selain meningkatkan nilai tambah ekonomi, festival ini diharapkan menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Dengan demikian, cita‑cita Kukar sebagai lumbung pangan di Ibu Kota Nusantara (IKN) kian dekat menjadi nyata. (adv)