Paling Religius se-ASEAN: 95,3 Persen Anak Muda Indonesia Anggap Agama Penting

kaltimes.com
11 Jul 2025
Share

DI TENGAH derasnya arus modernisasi dan globalisasi, nilai-nilai spiritual justru tetap bertahan kuat dalam hati banyak anak muda Indonesia. Bagi mereka, keyakinan bukan hanya urusan ibadah, tapi juga arah hidup.

Hal ini tercermin dalam survei yang dilakukan oleh The ISEAS – Yusof Ishak Institute pada Agustus hingga Oktober 2024. Survei ini menyasar mahasiswa sarjana di enam negara ASEAN: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Total terdapat 3.081 responden. Survei ini memberikan gambaran yang mewakili pandangan anak muda di ASEAN terhadap sejauh mana mereka memandang agama penting dalam kehidupan.

Hasilnya, Indonesia menempati posisi teratas dengan 95,3 persen responden yang menganggap agama sebagai hal yang sangat atau cukup penting dalam hidup. Malaysia menyusul dengan 93,9 persen. Data ini mencerminkan latar belakang mayoritas Muslim dan sistem pendidikan yang cukup religius. Filipina, sebagai negara Katolik terbesar di Asia, mencatat angka 84,9 persen, menunjukkan bahwa nilai-nilai agama tetap mengakar kuat di kalangan mudanya.

Sementara itu, angka menurun cukup drastis di negara-negara seperti Thailand (63,2 persen) dan Singapura (62,7 persen), meskipun keduanya memiliki keragaman agama yang tinggi. Di posisi paling rendah, Vietnam mencatat 48,8 persen responden yang menilai agama penting. Data ini, mencerminkan pengaruh sejarah politik dan budaya yang lebih sekuler dibandingkan negara tetangga.

Temuan ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia, meski hidup dalam era digital yang serba cepat, masih menempatkan agama sebagai landasan nilai dan moral. Dalam konteks ASEAN, perbedaan pandangan terhadap agama dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari budaya, sejarah, hingga sistem pendidikan. Namun satu hal yang jelas, di Indonesia, religiusitas tetap menjadi identitas yang kuat di kalangan generasi muda.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin