LANGIT terbuka, dan Yesus naik ke surga. Itulah yang diyakini umat Kristen terjadi 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Hari ini, mereka memperingati Kenaikan Isa Almasih. Momen suci yang menandai kemenangan atas maut dan janji kehadiran Roh Kudus.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),umat Kristen Protestan berjumlah 6,9 persen dan Kristen Katolik 2,9 persen. Meski merupakan minoritas secara nasional, umat Kristen tersebar luas di berbagai wilayah, terutama di bagian timur Indonesia. Di Indonesia, perayaan Kenaikan Isa Almasih menjadi hari libur nasional. Hal ini menjadi simbol penghormatan atas keberagaman iman yang hidup berdampingan.

Perayaan Kenaikan Isa Almasih berlangsung dalam berbagai bentuk di daerah-daerah. Misalnya, di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan dan Samarinda, perayaan Kenaikan Isa Almasih berlangsung penuh makna. Seperti dilansir Channel Youtube GPIB Getsemani Balikpapan menggelar ibadah khusus yang disiarkan secara langsung, memungkinkan partisipasi jemaat yang lebih luas.([LIVE] IBADAH HARI KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA | 29 MEI 2025 | GPIB “GETSEMANI” BALIKPAPAN, GPIB Getsemani Balikpapan , 2025)
Selain ibadah, gereja setempat juga menggelar kegiatan sosial. Bentuknya berupa pembagian sembako, layanan kesehatan gratis, hingga kunjungan ke panti asuhan dan rumah lansia. Tradisi ini bukan hanya bentuk penghormatan iman, tetapi juga ruang nyata bagi perjumpaan sosial dan solidaritas tanpa sekat agama
Di tengah kemajemukan Indonesia, Kenaikan Isa Almasih menjadi pengingat pentingnya toleransi dan solidaritas antarumat beragama. Perayaan ini mengajarkan tentang harapan, pengharapan spiritual, serta pentingnya hidup berdampingan secara damai. Dalam suasana saling menghormati, setiap hari besar keagamaan bisa menjadi momen refleksi bersama tentang persatuan dalam perbedaan.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin