Sumber foto: Industri petro kimia di Kota Bontang, Kaltim. (Ist)
DI LUAR riuhnya Pulau Jawa, ada kota-kota lain yang diam-diam tumbuh makmur. Tak banyak disorot, tapi geliat ekonominya kuat. Kota-kota ini jadi bukti bahwa kekayaan Indonesia tak hanya berpusat di satu pulau.
Kemajuan kota-kota ini tak selalu hadir dalam wujud gedung pencakar langit atau padatnya arus kendaraan. Justru dari wilayah yang jauh dari sorotan, geliat ekonomi terasa lewat kekuatan sumber daya alam, industri, dan perdagangannya. Salah satu indikator yang mencerminkan kemakmuran itu adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Semakin tinggi angkanya, semakin besar pula kontribusi ekonomi yang dinikmati oleh setiap individu, sehingga masyarakat di kota tersebut semakin makmur.
Salah satu contohnya adalah Bontang di Kalimantan Timur. Data dari Badan Pusat Statistik 2024, Bontang menduduki posisi teratas sebagai kota dengan PDRB per kapita tertinggi di luar Jawa pada 2024, yakni Rp 363,4 juta. Kota ini dikenal sebagai pusat industri gas alam dan pupuk. Komoditas ini yang menjadi penopang utama ekonominya. Meski jumlah penduduknya tidak besar, pendapatan per kapitanya sangat tinggi karena didorong oleh sektor industri berskala nasional.
Di posisi kedua ada Tarakan, Kalimantan Utara, dengan PDRB per kapita mencapai Rp 221,4 juta. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan serta hasil sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi membuat kota ini tumbuh pesat. Menyusul Tarakan, Balikpapan (Rp214,1 juta) juga mencatatkan angka tinggi berkat kekuatannya di sektor migas dan menjadi pintu utama ekonomi Kalimantan Timur.
Batam, kota industri dan perdagangan internasional di Kepulauan Riau, mencatat PDRB per kapita sebesar Rp 182,5 juta. Statusnya sebagai kawasan ekonomi khusus menjadikannya magnet investasi asing, terutama dari Singapura. Lalu ada Pekanbaru dengan Rp 166,9 juta per kapita, yang ditopang kuat oleh industri minyak dan kelapa sawit.
Makassar, kota terbesar di Indonesia bagian timur, mencatatkan PDRB per kapita sebesar Rp 160,9 juta. Selain sebagai pusat perdagangan dan jasa, kota ini juga berkembang lewat sektor pelabuhan dan konektivitas maritim. Dumai, yang juga berada di Riau, menyumbang angka Rp 158,1 juta berkat industri pengolahan kelapa sawit dan minyak mentah.
Medan (Rp 132,6 juta), Palembang (Rp 121,2 juta), dan Manado (Rp 115,1 juta) melengkapi daftar kota kaya di luar Jawa. Ketiganya merupakan pusat pertumbuhan wilayahnya masing-masing, dengan basis ekonomi yang beragam mulai dari perdagangan, jasa, hingga pariwisata dan pertanian unggulan.

Data ini menunjukkan bahwa kekayaan Indonesia tersebar lebih luas dari yang dikira. Kota-kota di luar Jawa punya potensi besar yang terus bertumbuh dari kekuatan sumber daya alam, industri, dan perdagangan regional. Kini tantangannya bukan hanya menjaga kekayaan itu, tapi juga mengelolanya agar merata dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin