Jurusan Keuangan Paling Relevan di Mata Gen Z: 26 Persen Pilih Keuangan, Dibandingkan Kedokteran

kaltimes.com
8 Jul 2025
Share

DI TENGAH dunia yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, anak muda tak lagi hanya mengejar gengsi atau tradisi dalam memilih jurusan kuliah. Mereka kini memilih jurusan secara realistis, bukan hanya berdasarkan minat. Fokus utama adalah peluang karier, kestabilan finansial, dan daya tahan di tengah ekonomi yang berubah.

CFA Institute dalam laporan Graduate Outlook Survey 2025 memotret bagaimana lulusan baru memandang jurusan-jurusan yang dianggap paling bernilai untuk masa depan karier mereka. Survei ini dilaksanakan sejak 28 April 2022 hingga awal 2025, melibatkan 9.032 responden muda berusia 18–25 tahun. Responden berasal dari berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Inggris, Spanyol, Arab Saudi, India, Singapura, China, hingga Hong Kong. Temuan ini memberikan gambaran global mengenai arah minat generasi baru terhadap dunia pendidikan dan kerja.

Dari data yang dirilis, bidang keuangan muncul sebagai jurusan paling diminati, dengan 26 persen responden memilihnya sebagai jurusan paling relevan untuk masa depan karier. Banyak dari mereka menyebut keuangan sebagai bidang yang fleksibel, menjanjikan stabilitas, serta membuka peluang global. Hal ini didasari dengan berkembangnya industrifinancial technologi (fintech), investasi berkelanjutan dan ekonomi digital.

Teknologi berada di peringkat kedua dengan 15 persen, mencerminkan tumbuhnya kebutuhan akan talenta digital di tengah revolusi industri 4.0. Bisnis dan kedokteran sama-sama dipilih oleh 12 persen responden, menunjukkan meski masih dianggap penting, keduanya mulai tergeser oleh bidang yang dinilai lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Teknik mendapat 11 persen suara, diikuti oleh sains (8 persen). Sementara itu, jurusan-jurusan seperti humaniora, matematika, dan seni masing-masing hanya dipilih oleh 4 persen, 4 persen, dan 3 persen responden. Jurusan lain yang tak tercantum secara khusus hanya dipilih oleh 1 persen.

Angka-angka ini menggambarkan bahwa minat anak muda kini lebih rasional dan berbasis kebutuhan industri. Bidang keuangan tak hanya dianggap menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga dinilai memberikan ruang pertumbuhan yang luas dalam karier global. Tidak heran, di tengah naiknya kesadaran akan pengelolaan keuangan pribadi dan investasi sejak usia muda, jurusan ini makin dilirik.

Tren ini mengingatkan dunia pendidikan harus terus beradaptasi. Preferensi generasi muda adalah sinyal nilai suatu jurusan bukan hanya pada sejarahnya, tapi juga pada kemampuannya menyiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang dinamis. Bukan soal mana yang paling populer, tetapi mana yang paling relevan.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin