Kaltimes.com – Anggota DPRD Kutai Timur, Yulianus Palangiran menyokong usulan kelompok tani yang meminta pengadaan hand tractor guna meningkatkan produktivitas pertanian di Kecamatan Sangatta Utara. Hal itu terungkap saat Yulianus reses di daerah pemilihan (Dapil) Kutai Timur I meliputi Kecamatan Sangatta Utara berlangsung 14 hingga 18 November 2024.
Menurut Yulianus, permintaan kelompok tani tersebut akan diperjuangkan dalam bentuk pokok pikiran (Pokir) DPRD agar bisa dialokasikan melalui APBD Kutai Timur.
“Kami menyadari kebutuhan alat pertanian, seperti hand tractor memang sangat penting untuk mendukung keberhasilan pertanian di Kutai Timur. Pengadaan tiga unit traktor per kelompok tani adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dalam pengolahan lahan pertanian mereka,” beber poliktikus Partai Nasdem ini.
Dikemukakan pula, Pemerintah Kabupten Kutai Timur seharusnya memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian. Sebab hal ini merupakan salah satu sektor yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat Kutai Timur.
“Permintaan itu akan segera kami proses dan berupaya mengalokasikan anggarannya sesuai kebutuhan kelompok tani. Sehingga mereka bisa produktif dan meningkatkan taraf hidupnya,” ucapnya.
Sejumlah warga hadir dalam reses digelar Yulianus di Dapil Sangatta Utara, termasuk perwakilan kelompok tani. Dalam reses itu, warga mengungkapkan sebagian besar kelompok tani di Kutai Timur memiliki lahan cukup luas, antara 30 hektare hingga 50 hektare. Sehingga membutuhkan lebih dari satu unit traktor untuk mengolah tanah secara efisien dan tepat waktu.
Warga yang juga perwakilan kelompok tani itu menyampaikan pengolahan lahan yang luas dengan cara tradisional memakan waktu dan tenaga sangat banyak.
Karena itu, mereka meminta bantuan untuk pengadaan tiga unit hand tractor per kelompok tani agar proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efektif.
“Lahan kami cukup luas, dan selama ini pengolahan tanah masih dilakukan secara manual, yang tentu saja sangat melelahkan dan tidak efisien. Dengan adanya traktor, kami bisa menggarap tanah lebih cepat dan hasilnya juga lebih maksimal,” ujar salah seorang perwakilan kelompok tani dalam pertemuan tersebut. (adv)