Kaltimes.com – DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota segera menetapkan jadwal inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pagi yang telah direvitalisasi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh fasilitas, aspek teknis, dan standar keselamatan di pasar tersebut benar-benar siap sebelum dipakai kembali oleh pedagang maupun masyarakat umum.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada Pemkot dan kini tinggal menunggu kepastian waktu sidak dari dinas terkait. “Kami berencana melakukan sidak. Saat ini masih menunggu konfirmasi dari dinas terkait, karena surat sudah kami kirim ke pemerintah kota,” ujar Deni.
Menurutnya, sidak ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap proyek strategis daerah yang dampaknya langsung menyentuh kehidupan warga, terutama para pedagang Pasar Pagi. DPRD juga ingin memastikan bahwa hasil pembangunan yang kini diklaim telah rampung memang sesuai perencanaan dan tidak menyisakan kekurangan yang berpotensi mengganggu operasional.
Deni mengingatkan bahwa Komisi III sudah beberapa kali turun meninjau Pasar Pagi sejak awal revitalisasi. Karena itu, sidak tahap akhir ini menjadi momen untuk mengecek kesiapan terakhir secara menyeluruh. “Saat kami sidak waktu itu progres sekitar 40 hingga 60 persen, sekarang pembangunannya sudah selesai. Tentu kami ingin melihat langsung hasil akhirnya,” katanya.
Fokus sidak nantinya diarahkan pada kelaikan gedung dan keamanan fasilitas, mengingat Pasar Pagi merupakan bangunan bertingkat dengan aktivitas padat. DPRD ingin memastikan semua sarana benar-benar berfungsi normal, termasuk sistem proteksi kebakaran, pengelolaan limbah, serta fasilitas umum yang menunjang kenyamanan pengunjung. “Keamanan seperti proteksi kebakaran, IPAL, serta fasilitas gedung seperti eskalator dan lift, benar-benar berfungsi dengan baik,” tegas Deni.
DPRD berharap sidak dapat dilakukan secepatnya agar tidak ada kendala saat Pasar Pagi mulai dibuka kembali. Dengan pengecekan akhir yang ketat, pasar yang menjadi ikon perdagangan rakyat Samarinda ini diharapkan bisa beroperasi secara aman, nyaman, dan tertib, sekaligus menjadi pusat ekonomi baru yang lebih modern namun tetap berpihak pada pedagang kecil. adv