Kaltimes.com – Di tengah dominasi sarjana hukum dan sosial politik, DPRD Kutai Timur memiliki keunikan dengan hadirnya anggota berlatar belakang teologi. David Rante, S.Th dari Fraksi PIR menjadi satu-satunya anggota dewan dengan gelar Sarjana Teologi untuk periode 2024-2029.
“Latar belakang teologi memberi perspektif berbeda dalam memandang isu-isu sosial. Pemahaman nilai-nilai keagamaan sangat membantu dalam mengkaji kebijakan yang menyangkut moral dan etika,” ujar David Rante saat ditemui di ruang fraksi.
Teologi, sebagai ilmu yang membahas tentang ketuhanan dan nilai-nilai religius, memberi warna tersendiri dalam dinamika politik DPRD Kutai Timur. Kehadiran sarjana teologi ini menambah keragaman sudut pandang dalam pembahasan kebijakan, terutama yang menyangkut isu-isu sosial dan keagamaan.
Ketua Fraksi Persatuan Indonesia Raya (PIR), dr. Novel Tyty Paembonan mengapresiasi keberagaman ini. “Keberagaman latar belakang pendidikan justru memperkaya diskusi di parlemen. Setiap kebijakan bisa dikaji dari berbagai perspektif,” jelasnya.
Menurut Novel, fenomena ini menunjukkan keterbukaan politik di Kutai Timur yang memberi ruang bagi berbagai latar belakang pendidikan. Kehadiran sarjana teologi di DPRD diharapkan dapat memperkuat aspek moral dan etika dalam setiap kebijakan yang dihasilkan. “Ini cerminan demokrasi yang sehat, di mana setiap elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tegasnya. (Q/Adv-DPRD)