DPRD Kutai Timur Dorong Pengembangan Kompetensi ASN dan Organisasi Secara Seimbang

kaltimes.com
25 Mei 2024
Share
Anggota DPRD Kutai Timur, Mohammad Ali.

Kaltimes.com– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menggelar “Ekspose Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi” bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (PPPKDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di ruang Damar Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, pada Maret 2024 lalu. Anggota DPRD Kutai Timur, Mohammad Ali, menyambut baik upaya ini dan menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan kompetensi individu dan organisasi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar “Ekspose Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi” bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (PPPKDOD) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di ruang Damar Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta pada Maret 2024 lalu.

Menanggapi hasil ekspose ini, Anggota Komisi B (Bidang Perekonomian dan Keuangan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Mohammad Ali, menyambut baik upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam meningkatkan kompetensi Aparat Sipil Negara (ASN).

Peningkatan kompetensi ASN, menurutnya, adalah suatu hal yang layak dilakukan untuk meningkatkan pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. Oleh karena itu, upaya tersebut layak didukung.

“Kami mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam membangun kapasitas aparatur Pemerintah Daerah,” ujar politikus PPP itu belum lama ini.

Namun, pihaknya mengingatkan pentingnya memperhatikan keseimbangan antara pengembangan kompetensi individu dan organisasi. Dengan adanya ekspose ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat merumuskan strategi pengembangan kompetensi ASN yang lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi individu, tapi juga memperkuat kinerja organisasi secara keseluruhan.

“Kami berharap hasil analisis ini dapat ditindaklanjuti dengan program-program konkret untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mengukur kompetensi ASN Kutai Timur.

“Ekspose ini sangat berpengaruh terhadap ASN dalam memberi kesempatan menduduki jabatan tertentu sesuai sistem struktur kepegawaian,” kata Ardiansyah dalam forum kegiatan “Ekspose Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi” tersebut.

Ardiansyah juga menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan. “Saya harap BKPSDM [Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia] Kutai Timur bisa memberikan pengarahan jika memang kompetensi di organisasi masih belum berkembang. Kuncinya, kita harus bangun teamwork dan manajemen harus kompak,” tegasnya.

Sedangkan Kepala PPPKDOD LAN RI, Muhammad Aswad, menjelaskan bahwa dari 38 Organisasi Perangkat Daerah di Kutai Timur, baru 15 di antaranya memiliki acuan terkait database pengembangan kompetensi. Dia mencatat adanya ketimpangan antara kompetensi individu dan organisasi. “Kompetensi individu memang lebih meningkat daripada kompetensi di tubuh organisasi,” paparnya. (Adv-DPRD/Q)