Kaltimes.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melaksanakan rapat pembahasan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kukar Tahun 2025–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar pada Senin, 4 Agustus 2025.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kukar, Ir. H. Ahmad Yani, S.T, didampingi unsur pimpinan DPRD yakni Abdul Rasid, S.E., M.Si, Junadi, A.Md, dan Aini Faridah, S.E, serta sejumlah anggota legislatif. Dari pihak eksekutif, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), DR. Sunggono, mewakili Bupati Kukar. Selain itu, hadir pula para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Sekretaris DPRD Kukar H. M. Ridha Dermawan, S.P., M.P., serta undangan penting lainnya.
Dalam keterangannya, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menegaskan bahwa rapat ini memiliki tujuan penting sebagai tindak lanjut atas dokumen Rancangan Awal RPJMD yang telah diterima dewan pada 1 Agustus 2025.
“Memang ini adalah penyampaian rencana awal RPJMD yang sudah kami terima tanggal 1 kemarin. Kita lanjutkan dengan pembahasan. Sudah kita beri masukan dan telah terintegrasi dengan RPJPD 2025–2045,” ungkap Ahmad Yani.
Ia menambahkan bahwa pembahasan dilakukan secara mendalam dan menyeluruh, dengan memperhatikan masukan dari berbagai pihak. Hal ini bertujuan agar perencanaan pembangunan lima tahun ke depan benar-benar sejalan dengan visi jangka panjang Kabupaten Kukar yang tertuang dalam RPJPD 2025–2045.
Menurut Ahmad Yani, penyusunan RPJMD tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi instrumen strategis yang akan menentukan arah pembangunan daerah. Oleh sebab itu, DPRD menekankan pentingnya integrasi kebijakan daerah dengan kebutuhan masyarakat, serta sinkronisasi dengan arah pembangunan provinsi dan nasional.
Pembahasan rancangan ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam perencanaan pembangunan Kukar, karena diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang realistis, terukur, dan visioner. Dengan demikian, hasil pembangunan yang direncanakan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.(adv)