Dispar Kukar Batasi 12 Paguyuban untuk Kirab Budaya KFBN 2025, Pendaftaran Dibuka hingga 13 Juli

kaltimes.com
10 Jul 2025
Share
Dispar Kukar secara resmi membuka pendaftaran untuk Kirab Budaya Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025

Kaltimes.com – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) secara resmi membuka pendaftaran untuk Kirab Budaya Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kuota peserta dibatasi hanya untuk 12 paguyuban. Pembatasan ini diberlakukan untuk mengatur keterlibatan yang lebih selektif dan efektif, dengan pendaftaran yang akan ditutup pada 13 Juli 2025.

KFBN 2025 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 19 hingga 23 Juli 2025. Tema yang diusung tahun ini adalah “Merajut Keberagaman, Melestarikan Kebudayaan Menuju Pariwisata Terbaik Berkelanjutan.” Tiga lokasi utama yang akan menjadi pusat kegiatan adalah Halaman Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Street Performance di Simpang Odah Etam, dan Art Performance di Taman Tanjong Tenggarong.

Plt Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memfasilitasi seluruh paguyuban di Kukar untuk ikut serta dalam kirab budaya. Oleh karena itu, seleksi dilakukan secara ketat.

“Untuk kirab budaya, slot yang kita cari adalah sebanyak 12 paguyuban. Jadi pendaftaran itu hanya dibuka untuk paguyuban,” jelas Ivan pada Kamis (10/7/2025).

Ivan menjelaskan bahwa banyaknya jumlah paguyuban dari etnis yang sama menjadi alasan kuat dilakukannya pembatasan. Misalnya, di satu kecamatan bisa saja terdapat lebih dari satu paguyuban Jawa atau Bugis.

Maka dari itu, Dispar Kukar akan memilih satu paguyuban saja dari setiap etnis seperti Jawa, Bugis, Banjar, Minang, hingga Bali. Evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu juga menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan sistem ini.

“Kami pendaftarannya melalui rangking saja, misalnya sudah sampai 12 pendaftar itu nanti sudah kita closing atau tutup. Jika ada paguyuban yang sama di daerah yang sama, maka kami pilih salah satunya saja,” ujar Ivan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keberagaman dalam keterwakilan budaya sekaligus menjaga kualitas tampilan dalam parade budaya terbesar di Kukar tersebut.(adv)