Kaltimes.com – Kegiatan sehari-hari anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) seringkali padat dan melibatkan berbagai agenda. Salah satu contoh nyata dari dedikasi ini ditunjukkan oleh Leni Angriani, salah satu anggota DPRD Kutim yang baru saja menjabat setelah proses PAW (Pergantian Antar Waktu). Meskipun masa jabatannya akan segera berakhir, Leni Angriani menunjukkan komitmen dan dedikasinya yang tinggi dalam melayani masyarakat.
Menurut Leni Angriani, pengalaman sebagai anggota DPRD Kutim membawa tantangan yang signifikan. “Meskipun saya belum lama menjabat, saya sudah merasakan betapa padatnya kegiatan ini,” ujarnya. Leni menjelaskan bahwa, selain harus sering turun ke lapangan untuk menangani berbagai permasalahan masyarakat di daerah pemilihannya, ia juga harus kembali ke kantor untuk menghadiri rapat dan hearing yang sudah terjadwal. “Saya harus bolak-balik antara lapangan dan kantor. Itu adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat,” tambahnya.
Pengalaman tersebut, meskipun melelahkan, memberikan kepuasan tersendiri bagi Leni Angriani. Ia menganggap pekerjaan ini sebagai bentuk pengabdian dan ibadah. “Ada kepuasan tersendiri saat berhasil menyelesaikan permasalahan masyarakat atau mediasi yang telah diamanahkan kepada kami,” kata Leni. Menurutnya, niat yang tulus dalam bekerja membuat segala tantangan menjadi lebih berarti. “Kerja itu landasannya ibadah, jadi mau sebanyak apapun agendanya, jika niatannya ibadah dan mengabdi maka akan dijalani dengan sungguh-sungguh dan tanpa mengeluh,” ungkapnya dengan tegas.
Leni Angriani menyatakan bahwa meskipun banyak yang menganggap pekerjaan ini sulit dan melelahkan, motivasi utama dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat adalah untuk melayani masyarakat dan memberikan kontribusi yang berarti. “Menjadi wakil rakyat bukan untuk mencari ketenaran, tetapi untuk melayani dan mengabdi bagi warga, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (Adv-DPRD/One)