SETELAH bertahun-tahun hidup berdampingan dengan virus, banyak yang berharap pandemi benar-benar telah berlalu. Namun kenyataannya, Covid-19 belum sepenuhnya pergi. Ia kembali muncul, meski dengan gejala yang lebih ringan.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) per 18 Mei 2025, Thailand mencatat lonjakan signifikan kasus Covid-19, dengan total 127.800 kasus baru. Angka ini jauh melampaui negara lain seperti Brasil yang melaporkan 7.800 kasus, serta Britania Raya dengan 5.000 kasus.

Lonjakan di Thailand turut dikaitkan dengan perayaan Festival Songkran pada April 2025, yang menjadi ajang berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar dan meningkatkan risiko penularan. Situasi belum mereda—pada 1 hingga 2 Juni 2025, tercatat lebih dari 28.000 kasus baru di Thailand. Sepanjang tahun ini, negara tersebut telah mencatat total 323.300 kasus dan 69 kematian akibat Covid-19.(Fakta-fakta Lonjakan COVID-19 di Thailand, Kematian Tinggi-Sekolah Online Lagi, Detik, 2025)
Tren peningkatan kasus di negara tetangga itu menjadi alarm bagi Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dilansir Kompas, selama periode 25–31 Mei 2025 ditemukan tambahan 7 kasus positif Covid‑19. Hal ini menjadikan total kasus pada tahun ini mencapai 72 pasien.
Varian yang terdeteksi adalah sub‑varian Omicron JN.1 yang dikenal memiliki tingkat penularan tujuh kali lebih cepat, meskipun gejalanya cenderung ringan: batuk, pilek, dan demam, tanpa perburukan signifikan.(Kemenkes Ungkap Gejala Pasien Covid-19 yang Merebak di Indonesia, Apa Saja?, Kompas, 2025)
Di Kalimantan Timur, RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda tengah menangani dua pasien yang dinyatakan positif berdasarkan tes antigen seperti dilansir Antara News (10/6/2025). Meskipun hasil PCR masih menunggu yang saat ini berada di ruang isolasi. Kedua pasien memiliki komorbid, yaitu diabetes dan penyakit paru, dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah atau luar negeri. Pihak RS dan Dinas Kesehatan Kaltim telah melaporkan kasus ini ke Kemenkes untuk pelacakan dan pengujian varian lebih lanjut. (RSUD AWS Samarinda tangani dua pasien positif COVID-19 – ANTARA News Kalimantan Timur, Antara News, 2025)
Per tanggal 11/6/2025, satu dari dua pasien tersebut telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik. Komorbid yang diderita pasien sudah tertangani, dan keluhan pernapasan tidak lagi ditemukan. Sementara itu, pasien kedua masih menjalani perawatan lanjutan di ruang isolasi karena kondisi medis yang memerlukan pemantauan lebih lanjut.
Meski lonjakan virus ini belum menunjukkan tingkat keparahan seperti saat puncak pandemi, varian JN.1 yang mudah menular dan munculnya gejala ringan namun konsisten di berbagai wilayah menjadi alarm penting. Masyarakat pun diimbau untuk kembali menerapkan cuci tangan, etika batuk/bersin dan penggunaan masker saat sakit. Selain itu, masyarakat segera memeriksakan diri jika gejala muncul. Kewaspadaan dan kedisiplinan adalah kunci mencegah gelombang baru.(*)
Disklaimer: Data yang digunakan dalam berita ini telah diterbitkan pada https://kaltimes.com/bayang-bayang-covid-kembali-menyelimuti-dunia-thailand-catat-127-ribu-kasus-baru/
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin