Cahaya Waisak Menyatukan Hati di Samarinda: Doa, Aksi Sosial, dan Kebudayaan

kaltimes.com
14 Mei 2025
Share

DI TENGAH genangan banjir yang melanda sejumlah titik di Samarinda, cahaya Waisak tetap menyala, membawa harapan dan ketenangan. Hari Raya Waisak 2568 BE/2025 tak hanya menyemarakkan kota dengan lampion dan dupa, tetapi juga menghadirkan kehangatan kasih melalui aksi sosial dan budaya. Saat warga berjibaku dengan banjir, umat Buddha dan lintas keyakinan tetap menyalakan empati dan menciptakan ruang kebersamaan.

Sejak pagi hari, Vihara Muladharma telah dipadati oleh umat yang berdoa dan melaksanakan meditasi untuk mengenang kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Siddharta Gautama. Suasana khusyuk ini membawa pesan mendalam tentang kehidupan dan kebajikan.

Namun, semangat Waisak tak berhenti hanya di dalam ruang ibadah. Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda, panitia perayaan mengadakan kegiatan donor darah yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan. Menurut informasi dari Antara News Kaltim, lebih dari 250 kantong darah berhasil terkumpul. 

Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian sosial, tetapi juga mencerminkan ajaran welas asih dalam praktik nyata. Masyarakat menyambut baik inisiatif ini, memperlihatkan bahwa spiritualitas tak hanya ditemukan dalam doa, tetapi juga dalam kontribusi terhadap sesama.(https://kaltim.antaranews.com/berita/237773/aksi-sosial-dan-gelaran-ragam-budaya-warnai-waisak-di-samarinda, Antara News Kaltim, 2025)

Di sisi lain, acara budaya Wonderful Vesak 2025 yang diselenggarakan di Atrium Big Mall Samarinda semakin meriahkan suasana. Pertunjukan tari tradisional Dayak, barongsai, serta musik kontemporer memukau ribuan pengunjung yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Acara ini menjadi panggung bagi perayaan keberagaman, dengan antusiasme yang tinggi dari semua kalangan.

Dilansir dari sumber yang sama, Kepala Vihara Muladharma, Bhante Nyanamaitri, menegaskan bahwa esensi Waisak adalah menyebarkan cinta kasih yang universal. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dunia yang lebih damai, dengan seni dan aksi sosial sebagai jembatan perdamaian antarumat beragama.

Perayaan Waisak di Samarinda kali ini menggambarkan wajah Indonesia yang penuh kedamaian, toleransi, dan kerukunan. Dalam dunia yang sering terpecah, momen ini mengingatkan kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan sesuatu yang patut dirayakan bersama.

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin