Kaltimes.com – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur atas masukan, kritik, dan saran yang diberikan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat paripurna ke-28 masa sidang ketiga tahun 2023-2024 yang digelar pada Senin, 24 Juni 2024.
Dalam rapat yang dihadiri oleh 21 anggota DPRD tersebut, Bupati Kutim tersebut menekankan pentingnya sinergitas antara pihak eksekutif dan legislatif dalam pembangunan daerah. “Masukan tersebut sangat positif dan konstruktif. Hal ini sangat kami perlukan dalam rangka membangun sinergitas antara eksekutif dan legislatif,” ujar Bupati di hadapan para anggota dewan dan peserta rapat.
Tanggapan Bupati tersebut disampaikan sebagai respons terhadap pandangan umum yang telah diajukan oleh fraksi-fraksi dalam rapat paripurna sebelumnya pada tanggal 13 Juni 2024. Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti semua masukan dengan serius dan akan mengakomodir saran-saran yang bersifat membangun demi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.
“Kami menyadari bahwa peran DPRD sangat vital dalam proses pembangunan daerah. Oleh karena itu, kami selalu terbuka terhadap kritik dan saran yang diberikan, karena ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Ardiansyah juga menyoroti beberapa poin penting yang akan menjadi fokus pemerintah daerah sebagai bentuk tindak lanjut atas masukan dari DPRD. Salah satunya adalah optimalisasi pendapatan asli daerah melalui berbagai langkah strategis seperti sosialisasi, pengawasan aktif, serta digitalisasi dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah. Hal ini, menurutnya, akan meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Selain itu, peningkatan pengawasan terhadap pembangunan fisik juga menjadi prioritas, terutama untuk memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap proyek pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” jelas Ardiansyah Sulaiman
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memaksimalkan penyerapan anggaran dengan cara yang cepat dan tepat. Penyerapan anggaran yang optimal, menurutnya, adalah salah satu kunci dalam mewujudkan program-program pemerintah yang pro-rakyat, khususnya dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Lebih lanjut, Ardiansyah menekankan pentingnya transparansi informasi publik sebagai upaya untuk memudahkan akses masyarakat terhadap informasi terkait kebijakan dan program pemerintah daerah. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi sehingga masyarakat dapat turut serta mengawasi jalannya pemerintahan.
“Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kami berusaha agar setiap informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat diakses dengan mudah, karena pada akhirnya, partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan daerah,” ungkapnya. (Adv-DPRD/One)