Kaltimes.com – Dalam sebuah seremoni khidmat di Taman Kota Raja Tenggarong, Minggu (8/6/2025), Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melantik Pengurus GADATARA Kalimantan Timur dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GADATARA se‑Kabupaten Kukar. Prosesi ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aji Ali Husni, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Kukar Ismed, serta ratusan kader pemuda dan tokoh masyarakat.
Pelantikan tersebut menandai babak baru sinergi strategis antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan. Dalam sambutannya, Edi menegaskan bahwa energi muda harus menjadi lokomotif pembangunan berkelanjutan di tingkat desa hingga kabupaten.
“GADATARA harus bisa hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai kekuatan yang bergerak nyata dalam pemberdayaan masyarakat,” ujar Edi dengan semangat.
Orang nomor satu di Kukar itu menilai keberadaan GADATARA selaras dengan Visi Kukar Idaman yang menekankan kesejahteraan inklusif. Melalui jaringan kepengurusan yang kini merata di 20 kecamatan, GADATARA diminta menjadi garda terdepan mengangkat potensi lokal—mulai pertanian organik, perikanan tangkap berkelanjutan, hingga ekowisata.
Edi yakin, ketika para kader bahu‑membahu menciptakan program nyata, manfaat ekonomi akan langsung dirasakan masyarakat akar rumput. Sentralitas kolaborasi menjadi penekanan utama.
“Jika semua organisasi masyarakat di Kukar bisa bersatu dan mengisi ruang pembangunan secara kolektif, kita akan menciptakan kekuatan besar untuk perubahan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten menjanjikan dukungan kebijakan berupa akses pembiayaan UMKM, pendampingan teknis, serta jaringan pasar digital.
Pada akhir acara, simbolisasi penyerahan pataka GADATARA kepada Ketua Umum terpilih disertai komitmen menjalankan program kerja 2025‑2029. Aji Ali Husni menambahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga siap memfasilitasi pelatihan kepemimpinan, sertifikasi kewirausahaan, dan festival budaya lintas kecamatan. Keterlibatan multi‑pihak ini mempertegas bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret memperkuat ekosistem kepemudaan sebagai pilar ekonomi desa.
Melalui momentum ini, Kukar menegaskan posisi pemudanya sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjaga harmonisasi sosial.
“Perbedaan pasti ada, tapi yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya dengan bijak. Jadilah organisasi yang membawa manfaat, bukan hanya bagi anggotanya, tapi juga untuk masyarakat luas,” pesan Edi menutup rangkaian acara yang sarat makna kebersamaan tersebut. (adv)