Kaltimes.com – Masalah banjir dan dugaan pencemaran lingkungan yang meresahkan warga RT.021 Dusun Surya Bhakti, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, kembali menjadi sorotan. Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada 14 Mei 2024 sebagai bentuk tindak lanjut atas keluhan warga yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun.
Kepala Desa Batuah, Abdul Rasid, S.T., menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Komisi III dan berbagai pihak teknis ke wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa banjir yang terjadi bukanlah hal baru dan telah berulang kali dimediasi oleh pihak desa, namun belum juga membuahkan solusi.
“Warga kami sudah lelah dengan situasi ini. Kami harap, melalui Komisi III dan sidak hari ini, bisa ditemukan titik temu. Apalagi dari hasil pendataan, ada 16 rumah warga yang kerap terendam banjir saat hujan deras. Sungai-sungai sudah tidak lagi berfungsi akibat sedimentasi lumpur,” ujar Abdul Rasid.
Lebih lanjut, Abdul Rasid mengusulkan solusi konkret dan cepat yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. “Jika perusahaan benar-benar punya itikad baik, kami minta agar mereka bersama-sama patungan membebaskan 16 rumah warga tersebut. Ini solusi cepat agar warga tidak terus menjadi korban setiap musim hujan,” pungkasnya.
Dalam sidak tersebut, Komisi III DPRD Kukar menghadirkan berbagai stakeholder penting, seperti Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda, Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM Provinsi Kalimantan Timur, dan sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Kukar. Empat perusahaan tambang yang disebut-sebut memiliki aktivitas di sekitar lokasi juga turut hadir.
Komisi III DPRD Kukar menegaskan akan terus mengawal proses penyelesaian permasalahan ini. “Kami mendorong adanya solusi menyeluruh dan tanggung jawab lingkungan dari seluruh pihak terkait,” ujar Fairida, Ketua Komisi III DPRD Kukar.
Sementara itu, warga berharap agar upaya ini tidak berhenti pada kunjungan semata. Mereka ingin kepastian dan keadilan, agar tidak terus menjadi korban dari aktivitas industri yang tidak memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. (adv)