Kaltimes.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda meminta para pelaku usaha agar tidak lagi menggunakan bahu jalan sebagai
AMARAH suara rakyat kembali menggema dari jalanan ibu kota. Kekecewaan terhadap DPR tak lagi sekadar bisik-bisik, tapi turun menjadi gelombang
SETIAP sudut kampus menyimpan cerita. Ada mahasiswa yang sibuk berdiskusi, ada pula yang menyiapkan kegiatan organisasi. Dari ruang-ruang belajar itu,
DUNIA digital ternyata tidak sepenuhnya aman. Layar yang seharusnya menjadi ruang ekspresi justru berubah menjadi tempat rentan bagi kekerasan berbasis
DI TANGAN anak muda, masa depan bangsa digenggam. Namun, langkah mereka sering terhambat ketika ingin bersuara atau ikut mengambil peran
KECERDASAN buatan kini bukan sekadar alat, tapi sudah menyaingi otak manusia. Mesin yang lahir dari barisan kode mampu memecahkan soal
GEMERLAP layar kaca masih jadi bagian keseharian banyak keluarga di Kalimantan Timur. Meski internet makin merajalela, televisi tetap menemani obrolan,
KEMEWAHAN istana presiden selalu memikat perhatian rakyat. Namun, bukan hanya kebijakan dan gaya kepemimpinan yang jadi sorotan, kekayaan pribadi para
DUNIA digital kini menyimpan ancaman baru. Layar yang seolah jadi ruang aman justru berubah menjadi pintu masuk serangan yang merugikan
PEMBANGUNAN IKN di Kalimantan Timur dibayangi gelapnya peredaran narkoba. Ribuan kasus terungkap, menunjukkan daerah ini bukan lagi sekadar jalur singgah,