Kaltimes.com – “Alhamdulillah,” sepatah kata yang selalu terucap dari bibir Arfan, seorang pria yang telah menapaki jalan panjang dari seorang perantau tanpa modal hingga menjadi Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur (Kutim). Kisahnya adalah potret nyata dari sebuah perjuangan yang berbuah manis.
Perjalanan Arfan dimulai pada Agustus 1993, ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. “Saya datang dengan modal sepuluh jari tanpa pengalaman. Datang hanya dengan modal nekat dan mau bekerja,” kenangnya. Tanpa ragu, ia memulai karirnya sebagai kuli angkut kayu dari hutan.
Selama dua tahun, Arfan menjalani pekerjaan berisiko ini. “Pekerjaan apapun yang penting halal,” ujarnya, meskipun upah yang diterima tak sebanding dengan risiko yang dihadapi. Setelah itu, ia beralih menjadi tukang ojek selama setahun dengan motor sewaan.
Titik balik dalam hidup Arfan terjadi pada tahun 1996 ketika ia menikahi Murniati Manik, putri seorang petani. Tiga tahun kemudian, mereka dikaruniai seorang putri bernama Rahma Enre. Nama sang anak inilah yang kemudian menjadi inspirasi bagi usaha pertamanya, CV Rahma.
Perlahan tapi pasti, Arfan mulai membangun bisnisnya. Ia merambah ke dunia perhotelan dengan mendirikan Hotel Rahma Jaya. Meski menghadapi berbagai tantangan, Arfan tetap gigih. “Jiwa pejuang akan mencintai setiap tantangan. Jiwa pengecut mundur saat dihadapkan pada rintangan,” tegasnya.
Sukses di dunia bisnis, Arfan kemudian mencoba peruntungannya di dunia politik. Meski gagal dalam pencalonan pertamanya pada tahun 2004, ia tak menyerah. Tahun 2014 menjadi awal karirnya di bidang politik ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kutim melalui Partai Nasdem.
“Alhamdulillah, terpilih dan dipercaya sebagai Ketua Fraksi NKB sampai dengan tahun 2016. Tahun 2016 sampai dengan 2019 diberi kesempatan sebagai Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur,” paparnya.
Puncak karir politiknya terjadi pada 14 Agustus 2019, ketika Arfan dilantik sebagai Wakil Ketua II DPRD Kutim untuk masa bakti 2019-2024. Sebagai wakil rakyat, Arfan dikenal sangat aspiratif. Ia kerap menyuarakan kepentingan masyarakat, termasuk para nelayan, agar mendapatkan pembinaan dan bimbingan dalam membuat legalitas kelompok.
Meski telah mencapai posisi tinggi, Arfan tetap rendah hati. Ia dikenal sebagai politisi yang ramah, cerdas, dan tegas oleh masyarakat dan koleganya. Sebagai alumni Magister Universitas Mulawarman 2019, ia selalu menjunjung etos kerja tinggi, dedikasi, disiplin, dan prinsip kebersamaan.
Di tengah kesibukan politiknya, Arfan tak melupakan dunia usaha. Pada tahun 2018, ia membangun PT Raja Rahma Prima, menambah deretan usaha yang telah dirintisnya.
Kisah Arfan membuktikan bahwa dengan kerja keras, kesabaran, dan tekad yang kuat, seseorang bisa mengubah nasibnya. Dari seorang kuli kayu hingga menjadi Wakil Ketua DPRD dan pengusaha sukses, Arfan telah menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka yang pantang menyerah. (Adv-DPRD/One)