Anggota DPRD Kukar Soroti Pentingnya Pengembangan Wisata Religi di Kutai Lama Anggana

kaltimes.com
19 Mei 2025
Share
Wisata Religi di Kutai Lama Anggana, Makam Habib Tunggang Parangan.

Kaltimes.com – Selain menyoroti potensi wisata pantai, Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Herry Asdar, juga menekankan pentingnya pengembangan destinasi wisata religi di Kecamatan Anggana, khususnya di wilayah Kutai Lama. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki nilai historis dan religius yang sangat tinggi, yang layak dikembangkan menjadi destinasi unggulan di Kukar.

“Di Kutai Lama, Anggana, ada wisata religi. Itu bisa jadi daya tarik, asal kita benahi infrastrukturnya,” ujar Herry Asdar kepada wartawan.

Menurutnya, situs-situs bersejarah seperti makam Raja-Raja Kutai dan makam ulama besar Habib Hasyim bin Yahya, atau yang lebih dikenal sebagai Habib Tunggang Parangan, merupakan aset budaya dan religi yang memiliki daya pikat tinggi bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Namun demikian, Herry menilai bahwa pengembangan wisata religi di Anggana masih menghadapi kendala utama berupa kurangnya infrastruktur pendukung. Jalan menuju lokasi, fasilitas penerangan, tempat parkir, hingga area istirahat bagi peziarah dinilai masih minim dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Kalau fasilitas dan infrastruktur sekitar wisata kita siapkan dengan baik, pasti akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” tegas Herry.

Ia menjelaskan bahwa wisata religi dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal, khususnya para pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan, penjual cendera mata, hingga penyedia jasa transportasi lokal. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat agar pengembangan kawasan ini bisa berjalan lancar.

Lebih lanjut, Herry mendorong Pemerintah Kabupaten Kukar untuk menyusun program revitalisasi kawasan wisata religi di Anggana secara terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, jika kawasan ini dikembangkan secara maksimal, tidak hanya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya dan sejarah Kutai.

“Dapil III punya keunggulan di bidang wisata religi yang tidak dimiliki daerah lain. Ini harus dijaga, dirawat, dan dikembangkan agar generasi mendatang juga bisa merasakannya,” pungkas Herry. (adv)